Bebas Pajak, Penjualan Mobil Listrik di Cina Melonjak

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014.  ChinaFotoPress via Getty Images

    Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014. ChinaFotoPress via Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing  - Pasar mobil energi terbarukan (termasuk mobil listrik) di Cina per April 2018 dilaporkan meningkat seiring dengan dukungan pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan.

    Data terbaru Asosiasi Pabrik Pembuat Mobil Cina (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) menyatakan penjualan mobil energi terbarukan meningkat 138,4 persen year on year menjadi 82 ribu unit pada April 2018, pertumbuhannya lebih tinggi dibanding penjualan bulan Maret yang hanya 117,4 persen. Produksinya juga ikut tumbuh. 

    Baca: Daftar 10 Mobil Listrik Terlaris 2017, Mobil Cina Jawaranya

    Cina telah mengintensifkan upaya mendorong penggunaan mobil dengan energi terbarukan untuk mengurangi polusi udara dan menekan kerusakan lingkungan lainnya. Pemerintah menawarkan pembebasan pajak dan diskon untuk pembelian mobil energi terbarukan.

    Cina menjadi pasar terbesar di dunia untuk kendaraan energi terbarukan (juga mobil listrik) selama tiga tahun berturut-turut, dengan penjualan sekitar 777 ribu unit pada 2017.

    Pemerintah mengharapkan penjualan mobil energi terbarukan mencapai 2 juta unit pada 2020, dan penjualan kendaraan ini ditargetkan 20 persen dari keseluruhan pasar mobil pada 2025.

    Baca: Kemenkeu Dukung Mobil Listrik Bebas Pajak

    Sebanyak 2,32 juta unit kendaraan terjual di Cina pada April 2018, naik 11,47 persen (year on year), menurut CAAM. Sedangkan produksi mobil naik 12,27 persen menjadi 2,4 juta unit.

    CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.