Mitsubishi Outlander 2021 Berbasis Nissan Rogue: Tambah Kekar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Outlander. Sumber: carscoops.com

    Mitsubishi Outlander. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Tokyo - Aliansi dari pabrikan mobil Renault-Nissan-Mitsubishi masih dalam tahap-tahap awal, namun telah muncul spekulasi bahwa Mitsubishi akan berbagi platform dengan Nissan.

    Rumor tersebut semakin kuat karena Mitsubishi Outlander generasi berikutnya dilaporkan akan dibangun dengan basis platform Nissan Rogue. Dengan demikian, Outlander generasi berikutnya akan memiliki dimensi lebih panjang dan lebih lebar daripada range crossover Mitsubishi lainnya seperti Outlander Sport dan Eclipse Cross.

    Baca: Lewat Xpander, Mitsubishi Berani Pasang Target Laba Lebih Tinggi

    Outlander akan menjadi mobil Mitsubishi pertama yang mendapat sentuhan dari hasil aliansi ketiga perusahaan tersebut. Mitsubishi Outlander 2021 juga dilaporkan akan tetap memiliki varian plug-in hybrid.

    Meskipun Nissan Rogue dan Mitsubishi Outlander akan memiliki fondasi yang sama, Ketua Aliansi Tiga Pabrikan, Carlos Ghosn mengatakan bahwa Mitsubishi tetap harus memiliki strategi pemasaran sendiri dan juga desain yang berbeda.

    Kendaraan Mitsubishi lainnya juga akan berbagi platform dengan Nissan di masa depan. Outlander Sport yang lebih kecil akan dibangun di atas platform Nissan Versa, Kicks, dan Juke. Aliansi ini memang terus mengarahkan perhatiannya pada pasar crossover dan SUV yang semakin meningkat di AS.

    Baca: Nissan Terrano Sport Meluncur di India, Tambah Gagah dan Mewah

    Truk pickup ukuran sedang seperti Mitsubishi Triton yang menjadi permintaan utama dealer Mitsubishi tahun ini mungkin juga akan berbagi platform dengan perusahaan aliansi. Dengan demikian, ke depannya Mitsubishi akan memproduksi truk pickup yang berbasis pada Nissan Navara di Amerika Serikat.

    MOTOR1 | RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.