Kamis, 24 Mei 2018

Toyota Himbau Pelanggan Periksa Inflator Airbag Diduga Bermasalah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Seth Wenig

    AP/Seth Wenig

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor melakukan program Special Service Campaign (SSC) terkait dugaan masalah pada sensor airbag di sejumlah mobil Toyota. Sebanyak 24.662 unit terindikasi terlibat yaitu Toyota Alphard, Corolla, New Fortuner, New Kijang Innova, dan New Hilux, dengan tahun produksi dari 7 Mei 2015 hingga 29 Januari 2016.

    Selain program SSC terkait sensor airbag, sebelumnya juga sudah ada program serupa terkait persoalan komponen inflator airbag yang dialami secara massal dan global oleh berbagai produsen kendaraan, termasuk Toyota.

    Terkait dengan airbag inflator, TAM sendiri melakukan pemanggilan kepada pelanggan melalui surat sejak 2015 dan hingga saat ini terus aktif menginformasikan program ini, baik kepada pelanggan maupun melalui saluran komunikasi seperti di media massa dan situs resmi Toyota.

    Baca: Masalah Airbag, Toyota Recall 181 Ribu Mobil di Cina

    Hingga saat ini, total produk Toyota yang terindikasi terkena potensi masalah inflator airbag sebanyak 117.117 unit, dari yang sebelumnya terdata sebanyak 97.980 unit. Jumlah itu terbagi atas Alphard produksi tahun 2010—2014, NAV1 produksi 2012—2013, Camry produksi 2002—2004, Corolla produksi 2001—2013, Vios produksi 2006—2013, dan Yaris produksi 2006—2013.

    Sepanjang tahun 2017, TAM terus meningkatkan efektivitas program SSC dengan melibatkan 320 jaringan Toyota di Indonesia, guna memastikan pelanggan yang terlibat kendaraannya, melakukan pemeriksaan dan penggantian airbag jika diperlukan.

    Hingga akhir April 2018, tercatat sebanyak 14.918 unit kendaraan telah diperbaiki inflator airbag-nya di bengkel resmi Toyota, atau sekitar 12,74 persen dari total kendaraan yang terlibat di Indonesia.

    “Kami sangat menghimbau pelanggan yang inflator airbag kendaraannya terindikasi bermasalah, untuk segera melakukan pengecekan dan perbaikan di bengkel resmi Toyota,” kata Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor dalam siaran pers yang diterima Tempo, Senin, 14 Mei 2018. 

    Baca: Toyota Akan Panggil Konsumen Terdampak Airbag Takata

    Penggantian komponen airbag ini gratis atau bebas biaya sama sekali, karena program ini adalah bagian komitmen Toyota dalam memberikan Beyond Service dan wujud tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pelanggan. Sehingga, pelanggan sangat diharapkan untuk mendukung dan mengikuti safety campaign 3P di bengkel resmi Toyota, yaitu “pastikan, periksa, perbaiki”.

    TAM telah menyiapkan saluran komunikasi khusus untuk menangani SSC sensor airbag maupun inflator airbag. Pelanggan cukup menghubungi jaringan outlet resmi Toyota terdekat atau menghubungi Toyota Customer Care di nomor telpon 1-500-315.

    Pelanggan juga dapat mengunjungi website resmi Toyota di www.toyota.astra.co.id/ssc, dengan memasukkan nomor rangka dan selanjutnya akan muncul informasi apakah kendaraan tersebut terlibat atau tidak dalam program SSC ini.

    Keseluruhan parts pengganti telah siap di bengkel resmi Toyota. Namun, demi kenyamanan pelanggan, maka disarankan menghubungi dealer terdekat untuk pengaturan jadwal booking.

    Untuk pemeriksaan dan penggantian sensor airbag memakan waktu mulai dari 30 menit hingga maksimal 7 jam. Sementara itu, pengerjaan pengecekan dan penggantian komponen inflator airbag berlangsung sekitar 3,5 jam.

    Sejauh ini, Toyota sudah melakukan berbagai usaha terkait program SSC antara lain, memastikan semua pelanggan yang ada di database Toyota diundang/diinformasikan tentang program safety campaign 3P ini.

    Tidak hanya itu, Toyota juga menginformasikan program ini melalui media massa maupun channel social media Toyota  dengan membuat video dan poster, guna menjangkau pelanggan yang belum terjangkau jaringan Toyota.

    Hingga saat ini, belum ada laporan kasus kecelakaan ataupun luka-luka yang disebabkan inflator airbag maupun sensor airbag di Indonesia. Namun, Toyota sangat menghimbau pelanggan yang kendaraannya terindikasi terlibat untuk melakukan pengecekan segera.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.