Kamis, 24 Mei 2018

BMW Dapatkan Lisensi Uji Mobil Otonom di Cina

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo BMW. REUTERS/Michaela Rehle

    Logo BMW. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jerman, BMW, mendapatkan lisensi untuk pengujian mobil otonom di jalanan Shanghai, Cina. Ini adalah lisensi pertama pengujian mobil otonom yang dikeluarkan pemerintah Cina untuk pabrikan asing. 

    Cina merupakan negara dengan pangsa pasar kendaraan roda empat terbesar di dunia, karenanya negara ini menjadi sasaran favorit untuk pengujian mobil otonom.

    Baca: Mobil Otonom Baidu Mulai Diuji di Jalan Umum

    Komisi Ekonomi dan Teknologi Informasi Shanghai telah memberi dua lisensi untuk sedan BMW Seri 7. Lisensi ini memungkinkan BMW untuk menggunakan jalanan publik sepanjang 5,6 kilometer di Distrik Jiading untuk menguji mobil tanpa supir itu.

    Cina mulai mengeluarkan izin pengujian untuk mobil otonom pada Maret lalu. Pabrikan otomotif SAIC dan startup mobil listrik NIO yang merupakan perusahaan asli Cina telah melakukan pengujian mobil otonom lebih dari 6.000 kilometer. "Pengujian tersebut berjalan mulus tanpa ada insiden sama sekali," kata komisi itu.

    Baca: Beijing Keluarkan Ijin Pengujian Mobil Otonom Baidu

    Saat ini, BMW memiliki tim yang terdiri dari 60 profesional. Tim ini berbasis di Shanghai. Tim ini bertugas untuk mengembangkan teknologi mobil otonom. Dalam tahap pengujian awal, tidak ada kecelakaan yang terjadi pada mobil otonom mereka dan uji kendaraan tersebut tidak mengganggu lalu lintas kota yang padat.

    Perusahaan internet Cina Alibaba dengan rivalnya Baidu baru-baru ini memprediksi bahwa mobil otonom akan banyak berkeliaran di jalanan dalam waktu tiga hingga lima tahun ke depan. Dan kedua perusahaan tersebut telah mengucurkan investasi besar-besaran untuk berada di garis depan dalam pasar mobil tanpa supir.

    AUTO NDTV | INDIATIMES | RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pasang Surut Hubungan Anwar Ibrahim dengan Mahathir Mohamad

    Anwar Ibrahim mendukung PM Malaysia Mahathir Mohamad, padahal Anwar sempat berseteru dan akhirnya dijebloskan ke penjara oleh Mahathir di 1999.