Rabu, 17 Oktober 2018

Kota Hangzhou Mulai Bangun Fasilitas Charging Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014.  ChinaFotoPress via Getty Images

    Warga mengunjungi pameran mobil listrik MIKI buatan Shandong HTM di Yantai, Cina, 21 November 2014. ChinaFotoPress via Getty Images

    TEMPO.CO, Hangzhou - Pasar kendaraan ramah lingkungan, termasuk mobil listrik, di Cina tumbuh pesat. Pemerintah setempat agresif mendorong sektor mobil listrik dengan menyediakan infrastruktur seperti fasilitas isi ulang (charging) di tempat umum.

    Hangzhou, kita di Cina Timur, berencana membangun 50 tempat penukaran baterai dan 3.000 tiang pengisian ulang baterai pada tahun 2020 untuk mempercepat kehadiran kendaraan energi terbarukan.

    Pada tahun 2020, penduduk di kota akan dapat menemukan fasilitas pengisian kendaraan listrik dalam radius kurang dari 1 kilometer.

    Baca: Bebas Pajak, Penjualan Mobil Listrik di Cina Melonjak

    Saat ini, Hangzhou telah mengisi jaringan dengan radius layanan 2 kilometer di daerah perkotaan utama dan 900 meter di daerah perkotaan inti.

    Hangzhou adalah salah satu kota Cina pertama yang mempromosikan penggunaan kendaraan energi terbarukan. Setiap tahun, kendaraan listrik membantu mengurangi 15.000 ton konsumsi bahan bakar dan 34.000 ton emisi karbon dioksida di kota.

    Pasar mobil energi terbarukan (termasuk mobil listrik) di Cina per April 2018 dilaporkan meningkat seiring dengan dukungan pemerintah terhadap kendaraan ramah lingkungan.

    Baca: Strategi Nissan untuk Meraih Penjualan 1 Juta Mobil Listrik

    Data terbaru Asosiasi Pabrik Pembuat Mobil Cina (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) menyatakan penjualan mobil energi terbarukan meningkat 138,4 persen year on year menjadi 82 ribu unit pada April 2018, pertumbuhannya lebih tinggi dibanding penjualan bulan Maret yang hanya 117,4 persen. Produksinya juga ikut tumbuh.

    Cina telah mengintensifkan upaya mendorong penggunaan mobil dengan energi terbarukan untuk mengurangi polusi udara dan menekan kerusakan lingkungan lainnya. Pemerintah menawarkan pembebasan pajak dan diskon untuk pembelian mobil energi terbarukan.

    Cina menjadi pasar terbesar di dunia untuk kendaraan energi terbarukan (juga mobil listrik) selama tiga tahun berturut-turut, dengan penjualan sekitar 777 ribu unit pada 2017.

    Pemerintah mengharapkan penjualan kendaraan energi terbarukan mencapai 2 juta unit pada 2020, dan penjualan kendaraan ini ditargetkan 20 persen dari keseluruhan pasar mobil pada 2025.

    Sebanyak 2,32 juta unit kendaraan terjual di Cina pada April 2018, naik 11,47 persen (year on year), menurut CAAM. Sedangkan produksi mobil naik 12,27 persen menjadi 2,4 juta unit.

    CHINA DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.