ESDM Belum Putuskan Kenaikan Harga BBM Shell, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SPBU Shell di Jakarta. TEMPO/Andika Pradipta

    SPBU Shell di Jakarta. TEMPO/Andika Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum memutuskanterkait pengajuan kenaikan harga BBM jenis umum oleh PT Shell Indonesia. Bahkan, keputusan pemerintah baru akan dilakukan bila revisi Perpres nomor 191 tahun 2014 sudah rampung.

    Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pihaknya masih memiliki waktu untuk memutuskan menerima atau menolak pengajuan kenaikan harga BBM umum dari Shell tersebut. “Kan waktu prosesnya dua minggu, masih ada sisa waktu yang tersedia. Nanti, kepastiannya tunggu revisi Perpres nomor 191 tahun 2014 beres dulu,” ujarnya pada Selasa 22 Mei 2018.

    Adapun, Shell mengajukan kenaikan harga BBM umum kepada pemerintah pada awal pekan lalu sehingga rentang waktu proses pengajuan baru berjalan sepekan. Sayangnya, pihak Shell sulit untuk dimintai komentar, bahkan Direktur Utama Shell Indonesia Darwin Silalahi ketika ditemui langsung pada pekan lalu langsung menolak komentar terkait pengajuan kenaikan harga BBM umum tersebut.

    Baca: Garap Pasar Matik, Shell Luncurkan 2 Produk Oli Harga Terjangkau

    Dari data BPH Migas sampai Maret 2018, harga BBM Shell jenis Super senilai Rp9.250 per liter, V-Power senilai Rp10.450 per liter, Diesel senilai Rp10.350 per liter, dan Regular senilai Rp8.400 per liter.

    Selain Shell, Kementerian ESDM masih belum mendapatkan pengajuan kenaikan harga BBM jenis umum dari badan usaha lainnya. Walaupun, PT Pertamina (Persero) mengaku tengah berkonsultasi dengan pemerintah terkait rencana kenaikan harga BBM jenis umum atau nonSubsidi.

    Djoko mengatakan, belum ada pengajuan kenaikan harga BBM umum dari badan usaha lainnya. Kalau Pertamina, mereka masih dalam tahap konsultasi internal saja. Di sisi lain, Pertamina juga memberikan sinyal bakal menaikkan harga BBM jenis umumnya yakni, Pertamax Series, Pertalite, dan Pertadex.

    Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perseroan telah mengkaji peluang kenaikan harga BBM jenis umum, tetapi sejauh ini belum mengajukan kepada Pemerintah secara resmi.

    Baca: Shell Rilis Spirax Pelumas Mobil untuk Matik, Ini Keunggulannya

    “Soalnya, kami fokus dulu sama revisi Perpres 191 tahun 2014. Selain itu, kami juga bakal fokus persiapan pasokan BBM untuk mudik Idulfitri nanti,” ujarnya.

    Sampai 24 Maret 2018, harga BBM Pertamina antara lain, Pertalite berada dikisaran Rp7.800 - Rp8.150 per liter, Pertamax seharga Rp8.900 - Rp11.550 per liter, Pertamax Turbo seharga Rp10.100 - Rp17.100 per liter, Dexlite seharga Rp8.100 - Rp8.550 per liter, dan Pertadex seharga Rp10.000 - Rp17.000 per liter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.