Rabu, 20 Juni 2018

Begini Cara Grab Menjamin Keamanan Para Penumpangnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat konferensi pers di kantor Grab Indonesia, Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 6 April 2018. TEMPO/Lani Diana

    Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata saat konferensi pers di kantor Grab Indonesia, Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 6 April 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Grab meningkatkan keselamatan para penumpang di Indonesia dengan meluncurkan tombol SOS yang dapat diakses melalui satu kali sentuhan. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia. Grab juga memperkenalkan kebijakan Know Your Driver-Partners (KYP) terbaru untuk memastikan validitas dokumen pendukung dan syarat kendaraan milik para mitra pengemudi. Baik tombol SOS maupun kebijakan KYP merupakan bagian dari upaya yang diambil untuk memperluas inisiatif keamanan Grab yang ketat, yang telah diusung oleh perusahaan sejak awal.

    Sejak didirikan, Grab telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan keselamatan para penumpang dan mitra pengemudi, termasuk pelatihan berkendara aman bagi para mitra pengemudi GrabBike dan penarikan data terkait dengan keamanan berkendara melalui machine learning. Program keselamatan ini sangat penting mengingat bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan satu-satunya penyebab kematian yang tidak terkait dengan masalah kesehatan dalam daftar 20 penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

    Baca: Grab Bangun Lounge Pertama di Indonesia, Simak Fasilitasnya

    Hasil dari berbagai program keamanan tersebut tecermin melalui turunnya angka insiden fatal yang terjadi di platform Grab. Pada 2017, insiden fatal yang terjadi di platform Grab mengalami penurunan signifikan dari 0,56 per 100 ribu pengguna aktif pada 2015 menjadi 0,11 pada 2017. Angka ini jauh lebih rendah daripada angka nasional, yaitu 16,64 per 100 ribu dari total populasi. Selain itu, angka insiden yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas minor, Grab hanya mencatat 2,95 insiden per 1 juta perjalanan, mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi teraman di Indonesia.

    Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, mengatakan pihaknya meluncurkan tombol SOS pertama bagi para penumpang dan kebijakan KYP baru sebagai bagian dari peningkatan keamanan utama, yang akan memberikan manfaat bagi para pelanggan.

    “Keselamatan penumpang adalah prioritas utama kami. Saya sangat bahagia mengumumkan bahwa fitur tombol SOS dan pemeriksaan keamanan akan ditambahkan,” ujar Ridzki.

    Baca: Begini Modus Sopir Taksi Grab Nakal Memakai Fake GPS

    Selain fitur tombol SOS yang baru, Grab merupakan perusahaan ride-hailing satu-satunya yang secara ketat menerapkan prinsip KYP bagi para mitra pengemudi GrabCar dengan tujuan meningkatkan aspek keselamatan para penumpang. Melalui proses KYP ini, Grab akan memeriksa seluruh dokumen fisik yang dimiliki para mitra pengemudi (KTP, SIM, STNK, dan SKCK), serta menemui mereka secara langsung. Grab juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan milik mitra pengemudi. Saat ini, proses terbaru tersebut sedang diterapkan di tujuh kota besar di Indonesia, yang selanjutnya akan diterapkan di kota-kota lain.

    SWA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Libur Lebaran dengan Helikopter, Siapa Takut?

    Helikopter menjadi sarana transportasi yang efektif menghindari macet. Orang-orang berduit memilih menggunakannya, termasuk di libur Lebaran ini.