6 Tips Berkendara Hemat Bahan Bakar Saat Mudik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mudik. Shutterstock

    Ilustrasi mudik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mudik merupakan tradisi yang tak dapat ditinggalkan sebagian masyarakat Indonesia meski harus menghabiskan anggaran yang cukup besar. Mereka harus menyisihkan uang untuk biaya perjalanan, rekreasi di kampung halaman hingga memberikan uang saku untuk tetangga dan kerabatnya. Sehingga, pemudik harus pintar-pintar putar otak untuk menghemat keuangan.

    Salah satunya, memangkas biaya perjalanan. Pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi bisa mengurangi biaya bensin atau bahan bakar dengan menerapkan gaya eco driving. Tak hanya itu, ada sejumlah trik agar konsumsi bahan bakar mobil lebih ekonomis. berikut tips dan triknya:

    1. Servis mobil Anda sebelum mudik
    Lakukan perawatan rutin sebelum berangkat mudik. Salah satu perawatan penting adalah tingkat kekentalan dan kadar minyak pelumas sesuai dengan rekomendasi oleh produsen. Bagian lain yang sangat penting diperhatikan adalah filter. Filter udara, filter bahan bakar, dan filter oli membuat perbedaan besar dalam memastikan mesin berjalan pada efisiensi bahan bakar yang baik. Pastikan juga busi bersih dan tanpa lapisan jelaga.

    Baca: TRAC Tawarkan Mobil untuk Mudik 2018, Fasilitasnya Melimpah

    2. Pastikan tekanan udara pada ban terjaga
    Pabrikan telah merekomendasikan tekanan udara pada ban kendaraan untuk memastikan mobil dikendarai dengan aman dan nyaman. Ban yang kempes menyebabkan gesekan dan itu mengarah pada energi kinetik yang hilang. Trik lain adalah meningkatkan tekanan udara di ban beberapa psi. Itu membuat dinding samping lebih kencang dan mengurangi kontak dengan aspal namun ada sisi negatif yang berpotensi menyebabkan ledakan.

    3. Mengendarai dengan perseneling yang tepat
    Anda mudik bukan mau ngebut sehingga ketepatan penggunaan gigi perseneling dengan putaran mesin akan memberikan penghematan bahan bakar. Terutama jika Anda berada di area lalu lintas yang macet. Kesalahan lain yang sering dilakukan orang adalah sering memaksakan mesin berputar hingga red line sebelum mengganti gigi.

    Kiat lainnya, ketika melewati jalanan menurun sebaiknya menggunakan gigi yang lebih tinggi dan tidak menggesernya ke netral. Ingat, netral berarti RPM mobil dalam keadaan diam dan oleh karena itu dikontrol oleh ECU. Sebagai alternatif, berada di gigi yang lebih tinggi akan memastikan bahwa RPM bergantung pada kecepatan engine dan mempertimbangkan fakta bahwa throttle tertutup sebanyak yang dimungkinkan oleh ECU.

    4. Jangan membawa beban terlalu berat
    Beban berat adalah musuh ketika ingin berharap konsumsi bahan bakar hemat. Anda tidak mungkin meminta anggota keluarga untuk turun dari mobil demi berhemat bahan bakar, atau membuang ban cadangan, tool kit. Namun yang bisa dilakukan tidak membawa barang yang tidak diperlukan selama perjalanan.

    Baca: Servis Toyota Avanza untuk Mudik di Bengkel Ini Mulai Rp 435 Ribu

    5. Selalu menutup jendela
    Dengan menutup jendela maka mobil lebih aerodinamis dengan tidak adanya hambatan maupun aliran udara yang masuk ke mobil. Selain itu, bagi mobil dengan Air Conditioner membuka jendela maka akan membebani mesin karena butuh pendinginan ekstra dan tentunya akan menambah konsumsi bahan bakar. Saat parkir pun lebih baik berada di tempat yang teduh sehingga ketika mobil akan digunakan lagi tidak butuh banyak waktu dan konsumsi bahan bakar untuk pendinginannya.

    6. Hindari jalur macet
    Hindari situasi di mana mobil berada di daerah kemacetan. Sementara biasanya untuk mobil berakselerasi awal membutuhkan lebih banyak bahan bakar, itu kurang dari memiliki mobil Anda diam selama lebih dari satu menit. Jika mobil Anda memiliki teknologi idling stop, gunakanlah. Ini akan sangat membantu jika Anda berada dalam situasi kemacetan lalu lintas dan kemudian berhenti hingga berulang kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.