Produksi Suzuki Juni 2018 Akan Turun, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Senin 19 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Senin 19 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Produksi kendaraan Suzuki pada Juni 2018 akan mengalami penurunan sekitar 5 persen—10 persen lantaran pada bulan depan akan terdapat libur Lebaran sekitar 10 hari atau sekitar 33 persen dari hari kerja dalam satu bulan.

    “Kalau kita lihat hari kerja (turun) 30 persen, produksi turun 5 persen—10 persen saja,” kata Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, di Jakarta, Senin 28 Mei 2018.

    Baca: Suzuki Sediakan 27 Bengkel Siaga di Jalur Mudik 2018

    Dia menjelaskan bahwa akan terdapat pengaturan waktu kerja guna mengatasi jumlah hari libur lebaran pada bulan depan. Sehingga, jam kerja untuk memproduksi kendaraan-kendaraan Suzuki tetap sama.

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, produksi kendaraan bermotor mobil Suzuki pada empat bulan pertama tahun ini mencapai 43.275 unit.

    Produksi kendaraan bermotor mobil Suzuki pada April 2018 tercatat lebih rendah 2.602 unit jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, 12.061 unit atau minus 21,6 persen.

    Baca: Suzuki Intruder Mejeng di Jakarta Fair, Ini Penampakannya

    Tidak jauh berbeda dengan produksi, penjualn ritel Suzuki juga tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yakni dari 10.020 unit menjadi 9.448 unit. Kemudian, penjualan ke diler atau wholesales Suzuki minus 12,6 persen pada April 2018 dibandingkan Maret 2018.

    Gaikindo mencatat, penjualan ke diler Suzuki pada bulan lalu mencapai 8.505 unit, sementara pada Maret 2018 sebanyak 9.729 unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.