Soal Mobil Listrik, Mitsubishi Tunggu Kebijakan dari Pemerintah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan mencoba Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di halaman parkir Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Tamu undangan mencoba Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di halaman parkir Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia Kyoya Kondo mengatakan pihaknya menunggu kebijakan ihwal mobil listrik dari pemerintah.

    Ia mengatakan, saat ini, Mitsubishi Motors Corporation telah memiliki sejumlah model yang bisa masuk ke Indonesia. “Kami masih menunggu regulasinya. Soal produk, Mitsubishi sudah memilikinya dan siap didatangkan ke Indonesia,” kata Kondo di Jakarta, Rabu malam, 30 Mei 2018.

    Menurut Kondo, teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang dikembangkan Mitsubishi merupakan model paling ideal untuk saat ini. Alasannya, kata dia, infrastruktur untuk mobil listrik seperti stasiun isi ulang baterai mobil belum siap. “PHEV paling siap untuk saat ini,” ujarnya.

    Baca: Begini Rasanya Menjajal Mitsubishi Outlander PHEV, Kabin Senya

    Saat ini, Mitsubishi memiliki Outlander PHEV yang juga telah disumbangkan ke pemerintah Indonesia untuk digunakan sebagai bahan penelitian. Model ini diklaim cukup ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.

    Mitsubishi Outlander PHEV dibekali mesin 2.000 cc yang menghasilkan tenaga 118 PS dan torsi 186 Nm. Mobil ini memiliki dua motor listrik yang diletakkan pada as roda depan dan belakang. Masing-masing motor listrik sanggup menghasilkan 83 PS. Hanya, torsi yang dihasilkan motor belakang lebih besar, yakni 195 Nm berbanding 137 Nm.

    Baca: Mitsubishi Outlander PHEV Cetak Penjualan 100 Ribu Unit di Eropa

    Sebagai mobil dengan teknologi mutakhir, Outlander PHEV memiliki sistem penggerak 4WD dengan teknologi S-AWC (Super All Wheel Control).

    Mobil dengan karakter SUV ini sanggup digeber hingga kecepatan puncak 200 kilometer per jam. Sekali tangki bensin penuh dan baterai full, mobil sanggup melaju sejauh 800 kilometer. Sementara itu, untuk penggunaan baterai saja, mobil ini mampu melaju sejauh 55 kilometer. Tempo pernah menjajal kehebatan mobil listrik ini di Jepang pada Oktober tahun lalu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.