Rabu, 26 September 2018

Suzuki: Pelemahan Rupiah Bisa Mendorong Lokalisasi Konten

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Senin 19 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Senin 19 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai pelemahan rupiah dalam jangka panjang justru dapat menjadi momentum untuk mendorong lokalisasi. Namun perlu diperhitungkan strategi pabrikan untuk perluasan pasar.

    "Penguatan pasar domestik merupakan kunci mengatasi masalah kurs," ucap General Manager Strategic Planning Department SIS Ryohei Uchiki kepada Bisnis, Rabu, 30 Mei 2018.

    Baca: Kurs Dolar Naik, Ini Harapan Pelaku Industri Otomotif

    Serupa dengan pabrikan lain, SIS tidak memiliki rencana menaikkan harga kendaraan karena pelemahan nilai tukar rupiah. Uchiki mengatakan rasio lokalisasi Suzuki telah mencapai 80 persen, sehingga hal tersebut tidak mempengaruhi kinerja perusahaan.

    Ke depan, SIS akan terus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Kerja sama dengan banyak vendor akan terus didorong. "Di luar itu, kondisi pasar Indonesia saat ini sudah jauh lebih kuat, sehingga kami yakin fluktuasi kurs pasti bisa teratasi," ujarnya.

    Baca: Rupiah Anjlok, Piaggio Belum Akan Naikan Harga

    Keyakinan itu muncul dari berkaca pada kondisi 20 tahun lalu. Saat itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat naik hingga lebih dari delapan kali lipat.

    Rupiah bergerak melemah ke level di bawah Rp 14 ribu per dolar Amerika Serikat sejak pekan kedua bulan ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.