Jelang ARRC Jepang 2018: Wahyu Aji Targetkan Podium Pertama

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahyu Aji Trilaksana memacu motor Yamaha tunggangannya di balap ARRC UB150. Dok Yamaha

    Wahyu Aji Trilaksana memacu motor Yamaha tunggangannya di balap ARRC UB150. Dok Yamaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) akan berupaya keras meraih hasil terbaik pada putaran ke-3 gelaran balap Asia Road Racing Champioship atau ARRC 2018 di Sirkuit Suzuka, Jepang 2-3 Juni 2018. Pembalap muda, Wahyu Aji Trilaksana menargetkan kemenangan di trek Suzuka yang memiliki panjang 5,821 km dengan 18 tikungan. Lintasan Suzuka bukan hal baru bagi petarung asal Ajibarang, Banyumas, Jateng tersebut. Dalam 3 tahun belakangan sudah menjadi menu wajib dalam penyelenggaraan ARRC yang konsisten diikutinya.

    Wahyu Aji Trilaksana memiliki track-record atau sejarah manis dalam ARRC 2017. Terbukti sukses meraih podium juara pada race pertama UB150 ARRC 2017 Suzuka yang melahap 6 laps. Termasuk tercepat dalam sesi Superpole atau penentuan grid posisi. Motivasi dan semangat demikian yang akan menjadi pijakan Wahyu Aji Trilaksana untuk menambah pundi poin dalam klasemen sementara UB150.

    Baca: UB150 ARRC: Wahyu Aji Kalah di Tikungan Terakhir, Podium Ketiga

    Bersama dengan tim akan berupaya mencari set-up terbaik dari pacuan Yamaha MX King 150. Data tahun lalu akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan input dari pembalap. Wahyu Aji Trilaksana sendiri saat ini ada di posisi ke-6 klasemen sementara UB150. Sedangkan dua pembalap tim satelit Yamaha SND Factory yang juga berada di kelas UB150, Syahrul Amin dan Gupita Kresna masing-masing di urutan ke-4 dan ke-15.

    Disamping itu, dua pembalap muda yang berkompetisi di kategori AP250, yaitu Richard Taroreh dan M Faerozi akan berjuang keras untuk beradaptasi dengan trek Suzuka Jepang yang diklaim sebagai lintasan tehnikal. Richard Taroreh yang juga juara nasional Sport 150 cc (IRS 2017) dan M Faerozi yang masih berusia 16 tahun adalah rookie atau pendatang baru dalam ARRC 2018.

    Proses adaptasi pada sesi free practice menjadi kuncinya. Tim Teknisi Yamaha Racing Indonesia (YRI) sudah memiliki basic data perfoma pacuan Yamaha YZF-R25 tahun lalu. Konteks ini yang akan terus disempurnakan sesuai dengan masukan yang diberikan rider dan evaluasi yang dilakukan bersama. Bermodal hasil balap tahun lalu yang baik akan memberikan rasa optimis bagi kedua pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) tersebut.

    Baca: Jadwal Balap ARRC Suzuka 2018: Begini Kesiapan Mario Suryo Aji

    Formasi tim satelit Yamaha TJM yang diperkuat Rafid Topan dan Anggi Setiawan juga siap meraih hasil lebih baik. Sebetulnya saat ARRC 2018 Australia, Anggi Setiawan sempat berada di barisan depan sebelum mengalami crash hingga tidak dapat melanjutkan balapan. Rafid Topan juga sempat di deretan depan namun ada kendala yang dialami. Rafid Topan punya hasil yang memuaskan saat ARRC 2018 Thailand dengan prestasi podium dan berada di posisi ke-5 klasemen sementara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.