Mudik 2018: Beda Persiapan Mudik dengan Mobil Baru dan Mobil Tua

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bengkel Toyota Astra Motor di daerah Sunter, Jakarta Utara 30 Mei 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Suasana bengkel Toyota Astra Motor di daerah Sunter, Jakarta Utara 30 Mei 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Arus mudik 2018 sebentar lagi akan memadati jalan tol Jakarta-Surabaya. Agar perjalan lebih lancar, sebaiknya mobil diperiksa secara menyeluruh ke bengkel. Nah, bicara mobil untuk mudik, ternyata ada perlakuan yang berbeda antara mobil baru dengan mobil lawas.

    Department Head Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi menjelaskan bahwa untuk kendaraan baru dengan penggunaan di bawah 50 ribu kilometer sebenarnya sangat siap digunakan untuk mudik lebaran.

    Baca: Mudik 2018: Waspadai Kemacetan di Rest Area KM 39 Tol Cikampek

    "Mobil di bawah 50 ribu kilometer biasanya masih dalam garansi dan servis berkala. Jadi 'kesehatan' mobil masih dalam monitor bengkel," kata Didi saat dijumpai Tempo di Sunter, Jakarta, 31 Mei 2018.

    Meski demikian, lanjut Didi, ada baiknya mobil baru meski di bawah 50 ribu kilometer dilakukan pengecekan ke bengkel resmi sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

    Baca: Mudik 2018 Mitsubishi Siapkan Posko Siaga 24 Jam, Simak Lokasinya

    Sedangkan untuk mobil tua memerlukan perlakuan khusus pada saat perawatan. Pemeriksaan lebih koprehensif karena mobil mungkin sudah jarang diperiksa ke bengkel resmi. Pengecekan yang dilakukan harus-harus benar-benar teliti, mulai dari mesin, air wipper, busi, minyak rem, kanvas rem, lampu, kopling, dan sebagainya. "Intinya supaya tidak terjadi gangguan yang tidak diinginkan selama perjalanan mudik," katanya.

    Nah, penjelasan lebih lanjut tentang persiapan kendaraan untuk mudik, simak video di bawah ini:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.