Tol Pejagan-Pemalang Siap Digunakan untuk Mudik 2018

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Pejagan-Pemalang siap dioperasikan untuk arus mudik 2018. Konstruksi jalan tol sudah 99 persen dan diperkirakan rampung seluruhnya pada Juni 2018. 1 Juni 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Tol Pejagan-Pemalang siap dioperasikan untuk arus mudik 2018. Konstruksi jalan tol sudah 99 persen dan diperkirakan rampung seluruhnya pada Juni 2018. 1 Juni 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Konstruksi Jalan Tol Pejagan-Pemalang sudah 99 persen rampung. Ruas tol ini akan dioperasikan untuk arus mudik 2018.

    Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto menargetkan ruas tol ini rampung secara keseluruhan pada H-5 Lebaran 2018. "Ya semua, rambu-rambu, lampu penerangan, dan rest area," kata Herwidiakto saat dihubungi Tempo, Jumat, 1 Juni 2018.

    Namun jalur Pejagan-Pemalang akan difungsikan 10 hari menjelang Lebaran 2018 tanpa pungutan biaya apa pun alias gratis karena masih fungsional.

    Baca: Mudik 2018: Toilet Wanita di Rest Area Ditambah

    Panjang Jalan Tol Pejagan-Pemalang sekitar 37 kilometer dan diharapkan mampu mengurai pemudik dari arah Tegal menuju Brebes. Beban kendaraan keluar di pintu tol Brebes Timur (Breksit) juga diharapkan berkurang.

    Berdasarkan pantauan Tempo yang melintas di ruas tol ini pada Jumat, 1 Juni 2018, kondisi ruas Jalan Tol Pajagan-Pemalang sudah siap dilintasi kendaraan.

    Baca: Mudik 2018: Tol Fungsional Pemalang-Batang Dipastikan Mulus

    Permukaan jalan sebagian besar dilapis aspal dan sebagian lagi beton. Dari Pejagan menuju Pemalang sudah disiapkan dua rest area, tepatnya di KM 275-200 dan KM 287-400. Rest area ini merupakan tipe B dan hanya terdiri atas musala dan toilet, tanpa ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan luas sekitar dua hektare.

    Pembangunan kedua rest area ini dikebut agar bisa digunakan pemudik pada saat puncak arus mudik 2018, yang diperkirakan dimulai pada 8 Juni hingga 12 Juni 2018. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.