Akan Rakit E350e, Mercedes-Benz Masih Tunggu Insentif Pemerintah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mercedes-Benz EQ di IIMS 2018. 28 April 2018. TEMPO/Khory

    Mercedes-Benz EQ di IIMS 2018. 28 April 2018. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, JakartaMercedes-Benz berencana untuk merakit mobil dengan teknologi EQ power miliknya, yakni E350e di Indonesia.

    Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operations & Product Management Mercedes-Benz Distribution Indonesia, mengungkapkan, tahap awal kendaraan plug in hybrid tersebut akan didatangkan dari negara lain secara utuh (completely built up/CBU) miliknya lantaran belum mengetahui penerimaan dan pasarnya di dalam negeri.

    “Kalau EQ memang untuk tahap awal kita CBU, tapi nanti kan ke depannya tentu itu menjadi bagian dari CKD plant kita di sini,” kata Kariyanto.

    Dia menjelaskan, merakit kendaraan tersebut di dalam negeri pasti dilakukannya mengingat ke depan teknologi kendaraan bermotor mobil sebagian besar pasti lebih kepada teknologi listrik, hybrid, plug in hybrid, dan sebagainya.

    Baca: Mudik 2018: Mercedes-Benz Tawarkan Promo Service Gratis

    “Jadi, mau enggak mau, nanti suatu saat pada momentum yang tepat tujuan akhir kami ke sana,” katanya.

    Saat ini, kendaraan beroda empat yang pernah dipamerkan pada ajang Indonesia International Motor Show 2018 tersebut belum dijual oleh perusahaan. Meskipun begitu, dia mengaku banyak orang yang menanyakannya.

    Kondisi tersebut, dia menilai, menunjukkan terdapat masyarakat yang berminat terhadap kendaraan bermotor mobil tersebut. Perusahaan belum menjual kendaraan listrik itu lantaran masih menunggu kepastian pemerintah dalam memberikan insentif.

    Dia menuturkan, insentif perlu diberikan oleh pemerintah terhadap kendaraan listrik agar harga yang ditawarkan ke konsumen bisa lebih layak. “Secara minat, kami lihat sudah ada yang tanya, misal ke diler. Tapi, kami sampaikan, kita masih menunggu insentif dari pemerintah. Jadi, sabar dulu,” katanya.

    Dia menambahkan, perusahaan tidak masalah jika hingga saat ini pemerintah tidak kunjung menyelesaikan beleid mengenai kendaraan listrik.

    Perusahaan, ujarnya, dengan mobil berteknologi EQ Power ingin menunjukkan ke pasar dan pemerintah bahwa perusahaan telah siap dari sisi produk. “Sekarang tinggal nanti go-nya kapan, kami tergantung dari insentif pemerintah itu kapan keluarnya secara pasti,” katanya.

    Dia melanjutkan, perusahaan juga tengah melakukan berbagai macam persiapan sebelum melakukan penjualan kendaraan bermotor mobil listriknya. Salah satu contoh persiapan yang tengah dilakukannya adalah melakukan pelatihan terhadap sumber daya manusia (SDM).

    Baca: Suku Bunga Naik, Mercedes-Benz Siapkan Subsidi

    Pada ajang IIMS 2018, Mercedes-Benz telah memperkenalkan EQ. Nama EQ merupakan singkatan dari electric intelligence dan berasal dari nilai-nilai yang dianut Mercedes-Benz, yaitu emotion and intelligence.

    Nama baru ini mencakup semua aspek penting dalam mobilitas elektrik yang berfokus pada pelanggan dan juga melampaui kendaraan itu. Teknologi EQ menawarkan sebuah ekosistem mobilitas elektrik yang komprehensif, baik dari segi produk, layanan, teknologi maupun inovasi.

    EQ Power merupakan teknologi yang diimplementasikan dalam E 350e plug-in hybrid, sebuah model sedan mewah yang menggabungkan efisiensi dengan kenyamanan berkendara.

    Teknologi EQ Power Mercedes-Benz akan membuka jalan bagi EQ, sebuah titel yang tersedia bagi jajaran kendaraan elektrik murni yang sebelumnya sempat ditampilkan melalui mobil konsep Generation EQ pada ajang Paris Motor Show pada tahun 2016.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.