Menteri PUPR: Tol Merak-Surabaya Siap Dilalui Arus Mudik 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konstruksi Jalan Tol Pejagan-Pemalang sudah 99 persen rampung. Ruas tol ini akan dioperasikan untuk arus mudik 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Konstruksi Jalan Tol Pejagan-Pemalang sudah 99 persen rampung. Ruas tol ini akan dioperasikan untuk arus mudik 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa kesiapan infrastruktur jalan tol dan non tol tahun 2018 relatif lebih baik dari tahun sebelumnya dalam menyambut arus mudik 2018.

    "Kondisi jalan nasional saat ini 90 persen mantap. Jalan tol yang dapat digunakan pada mudik tahun ini lebih panjang dari tahun lalu. Tol dari Merak hingga Pasuruan sepanjang 995 kilometer, 760 kilometer telah operasional dan sisanya 235 kilometer fungsional," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya 2 Juni 2018.

    Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna menyampaikan bahwa titik-titik kemacetan di jalan tol yang terjadi pada arus mudik tahun 2017 seperti di Gerbang Tol Cikarang-Utama juga diantisipasi dengan adanya petugas pembawa mobile reader untuk mempercepat transaksi. Pekerjaan pembangunan jalan tol layang Cikampek akan dihentikan pada H-10 dan akan menggeser beton pembatas (median concrete barrier) sehingga jalur yang digunakan maksimal.

    Baca: Mudik 2018: Tol Fungsional Pemalang-Batang Dipastikan Mulus

    Jalan tol fungsional yang dapat dilalui pemudik tanpa dikenakan tarif adalah Tol Brebes Timur-Pemalang (37,3 kilometer), Pemalang-Batang (39,2 kilometer), Batang-Semarang (75 kilometer), Salatiga-Kartasura (32 kilometer), Solo-Sragen (36 kilometer), dan Wilangan-Kertosono (37 kilometer). Tempat istirahat dan penerangan juga disiapkan pada ruas tol fungsional meski tidak selengkap yang ada pada ruas tol operasional.

    Pada ruas Tol Brebes-Timur - Sewaka (Pejagan) dan Solo-Sragen meski fungsional, namun kondisi jalannya seperti ruas tol operasional karena sudah siap diresmikan. "Untuk ruas tol lainnya sebagian rigid pavement (perkerasan beton) dan lean concrete (lapisan beton tipis). Dalam pelaksanaan dilapangan, rekayasa lalu lintas menjadi kewenangannya Korps Lalu Lintas Polri,” kata Herry TZ di Jakarta, Sabtu, 2 Juni 2018.

    Berdasarkan pantauan Tempo yang menyusuri tol Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, pada 1-3 Juni 2018, sebagian tol fungsional dikebut pengerjaannya. Upaya Tempo menyusuri jalan tol Jakarta-Solo terhenti di jembatan Kali Kuto yang memang belum selesai pengerjaannya. Tempo terpaksa keluar ke jalan arteri di Weleri, masuk tol kembali di Semarang-Salatiga lalu menuju Solo. 

    Baca: Mudik 2018: Toilet Wanita di Rest Area Ditambah

    Tol fungsional rasa operasional Pejagan-Sewaka juga dikebut pemasangan rambu-rambu dan lampu penerangan. Sedangkan tol fungsional Pejagan-Semarang dengan total 150 kilometer terdiri adri 132 kilometer merupakan lapisan beton dan 18 kilometer aspal. Tol fungsional ini tidak akan dikenakan tarif. 

    Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto menargetkan ruas tol ini rampung secara keseluruhan pada H-5 Lebaran 2018 dan siap menyambut arus mudik 2018. "Ya semua, rambu-rambu, lampu penerangan, dan rest area," kata Herwidiakto saat dihubungi Tempo, Jumat, 1 Juni 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.