Mudik 2018: Jembatan Kali Kuto Bisa Dilalui H-2, Ini Skenarionya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol Batang-Semarang. Jembatan Kalikuto ini akan menghubungkan Grinsing dan Weleri, Jawa Tengah, 2 juni 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Konstruksi Jembatan Kalikuto di ruas tol Batang-Semarang. Jembatan Kalikuto ini akan menghubungkan Grinsing dan Weleri, Jawa Tengah, 2 juni 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Semarang - Perjalanan Tempo menyusuri tol Jakarta-Solo pada 1-3 Juni 2018 terputus di Jembatan Kali Kuto, Gringsing, ruas tol fungsional Batang-Semarang seksi 2 yang akan menjadi jalur arus mudik 2018. Saat melintas di area ini pada Sabtu, 2 Juni 2018, tiang jembatan melengkung berwarna merah sedang dalam tahap pemasangan dan penyambungan. Tempo diarahkan petugas untuk keluar dari ruas tol menuju jalan arteri Weleri menuju tol Semarang-Salatiga.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa titik kritis berada pada ruas Tol Batang-Semarang yakni lokasi pembangunan Jembatan Kali Kuto di STA 412+600 yang ditargetkan baru bisa dilalui H-2 Lebaran. Untuk mengantisipasi arus mudik yang datang sebelum jembatan rampung, Kementerian PUPR bersama PT Jasamarga Semarang-Batang telah menyiapkan rute pengalihan lalu lintas.

    Baca: Tol Pejagan-Pemalang Siap Digunakan untuk Mudik 2018

    “Sebelum bisa dilalui arus mudik 2018, kendaraan akan diarahkan keluar Gringsing sejauh 500 meter untuk melintasi Kali Kuto dan masuk kembali ke tol menuju gerbang tol keluar di Krapyak (Semarang). Untuk arus balik akan lebih lancar karena jembatan sudah bisa dilalui,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di lokasi pembangunan Jembatan Kali Kuto dalam kunjungan kerjanya meninjau kesiapan jalan tol mulai Brebes Timur hingga Kartasura, Sabtu, 26 Mei 2018.

    Jembatan Kali Kuto menjadi jembatan pelengkung baja pertama di Indonesia yang perakitannya tidak dilakukan di pabrik melainkan dirakit di lokasi pekerjaan. “Beratnya 2.400 ton sehingga bila di rakit di Surabaya atau Jakarta, akan kesulitan membawa ke lokasi. Sehingga dibuat menjadi 12 bagian dan dirakit di lokasi. Ini pertama kali dilakukan secara in situ. Selain itu juga akan dikerjakan lantai jembatannya dengan target tanggal 13 Juni 2018 sudah bisa dilewati,” kata Menteri Basuki.

    Tol Batang-Semarang pada saat rampung akhir 2018 konstruksi seluruhnya merupakan rigid pavement. Namun untuk bisa melayani arus mudik 2018 pada H-10, dari total panjang 75 km, 57 km diantaranya dengan kondisi perkerasan beton (rigid pavement), sisanya 17 km merupakan lapisan beton setebal 10 cm (lean concrete).

    Pada ruas tol ini, PT. Jasamarga Semarang Batang telah menyediakan 4 tempat istirahat. Fasilitas tempat istirahat berupa mushola, toilet portable, tenda istirahat, tenda P3K dan SPBU portable. Diantara lokasi tempat istirahat juga disediakan area parkir atau parking bay sebanyak 4 lokasi. 

    Baca: Toyota Hadirkan 304 Layanan Mudik, Simak Lokasi dan Fasilitasnya

    Untuk penerangan akan disediakan di tempat istirahat dan simpang susun termasuk menggunakan lampu tenaga matahari untuk mudik 2018. Saat ini pihak kontaktor masih terus bekerja diantaranya melakukan penimbunan, pengecoran maupun perapian pembatas jalan.

    Pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang sepanjang 74,2 kilometer terbagi menjadi 5 seksi. Seksi 1 Batang-Tulis (3,2 kilometer), Seksi 2 Tulis-Weleri (36,4 kilometer), Seksi 3 Weleri-Kendal (11,05 kilometer), Seksi 4 Kendal-Kaliwungu (13,5 kilometer) dan Seksi 5 Kaliwungu-Krapyak (10,4 kilometer). Progres konstruksi keseluruhan Tol Batang-Semarang sudah mencapai 80 persen.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.