Mudik 2018: Kemacetan Mengintai Tol Jakarta-Cikampek

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampet KM 41 menjelang arus mudik 2018. Seluruh pekerjaan infrastruktur di ruas tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan sementara mulai H-10 hingga H+10 pada Jumat 1 Juni 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampet KM 41 menjelang arus mudik 2018. Seluruh pekerjaan infrastruktur di ruas tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan sementara mulai H-10 hingga H+10 pada Jumat 1 Juni 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemacetan lalu lintas masih berpotensi terjadi di sepanjang jalur mudik 2018. Tidak hanya di jalan tol yang sudah beroperasi dengan tarif, biang macet pun ditemui di sejumlah jalan tol fungsional yang disiapkan pemerintah.

    Dari hasil penelusuran lapangan Tempo sejak 1 Juni 2018, kemacetan parah ke luar Ibu Kota sudah dimulai di ruas tol Jakarta-Cikampek. Sejak masuk melalui Gerbang Tol Cibitung, Bekasi, butuh lebih dari 4 jam perjalanan dengan mobil untuk mencapai tempat peristirahatan alias rest area kilometer (KM) 39 di kawasan Cikarang Timur.

    Rest area tersebut merupakan ujung pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek yang menggerus lajur kendaraan. Dari total delapan lajur bolak balik, ada sedikitnya dua lajur yang termakan pembatas proyek. Antrean mengular menekan batas kecepatan mobil hingga rata-rata 20 km/jam, jauh dari batas minimum kecepatan jalan tol dalam kota, yakni 60 km/jam.

    Baca:
    H-10 Mudik: Waspada Titik Kritis Tol Fungsional Batang-Semarang
    Puncak Arus Mudik 2018 H-6, 46 Persen Gunakan Mobil Pribadi

    Pemerintah akan menghentikan segala aktivitas pekerjaan proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek pada H-10. Lajur jalan tol juga diperluas dengan meminggirkan beton barrier agar ruas jalan bertambah lebar.

    Pintu tol Palimanan di ujung ruas Cikampek-Palimanan pun bisa menjadi momok bagi pemudik. Pada H-15 Lebaran, dari pengamatan Tempo, belum terlihat adanya persiapan khusus di gerbang yang melayani perlintasan 12 ribu unit kendaraan per hari itu. Arus bolak-balik di gerbang tersebut masih dilayani masing-masing enam gardu. Padahal, merujuk data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, volume kendaraan di lokasi itu berpotensi naik hingga 470 persen pada puncak mudik Lebaran 2018.

    Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menilai tingkat kepadatan kendaraan akan berangsur turun jika ruas Cipali sudah terlewati. "Dari Cikampek pun mestinya lebih lancar karena pekerjaan proyek dihentikan pada H-10, truk sudah tidak ada," katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

    Simak: Mudik 2018: Jalan Tol Salatiga-Colomadu Dioperasikan Satu Lajur

    Pemerintah pun mengupayakan kelancaran transaksi di gerbang tol untuk mengurangi kepadatan. Selain optimalisasi jumlah gardu, BPJT akan mendistribusikan 47 mesin pembaca kartu (mobile reader) di pintu tol rawan macet saat mudik Lebaran nanti.
    Kesiapan jalan tol fungsional, menurut Herry, sudah mencapai tahap akhir sebelum mulai dibuka pada 8 Juni 2018. "Tempat istirahat dan penerangan juga disiapkan pada ruas fungsional meski tidak selengkap yang ada pada ruas tol operasional."

    Adapun Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan jalan tol fungsional masih minim perlengkapan jalan selama mudik 2018. "Saya sudah instruksikan Balai Pengelola Transportasi Darat setempat (di wilayah jalan tol fungsional) memasang rambu dan petunjuk arah agar masyarakat tahu mau lewat mana,” katanya.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE | WAWAN PRIYANTO | DIAZ PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.