Mudik Naik Sepeda Motor, Berikut Ini Tip Gaya Berkendara Aman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemudik kendaraan roda dua/ motor. Adem Salvarcioglu/Anadolu Agency/Getty Images

    Ilustrasi pemudik kendaraan roda dua/ motor. Adem Salvarcioglu/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Mudik menggunakan sepeda motor tidak dianjurkan oleh pemerintah. Jusri Pulubuhu, Jakarta Defensive Drive Consulting mengatakan, mudik naik motor sangat rentan kecelakaan. Karena saat mudik, motor yang seharusnya mengangkut penumpang juga membawa barang.

    “Sehingga menyebabkan stabilitas berkurang yang menyebabkan kecelakaan. Belum lagi, ketika mudik naik motor saat terjadi kecelakaan, badan pengemudi berbenturan langsung dengan objek. Berbeda dengan naik mobil yang masih ada bodi mobil dan fitur keselamatan lainnya,” kata Jusri, Senin 4 Juni 2018.

    Baca: Inilah Pentingnya Kondisi Ban yang Prima Saat Mudik 2018

    Ia melanjutkan, jika terpaksa harus mudik naik motor, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya menurut Jusri meliputi pola antisipasi dari pengemudi. Pertama, jika tanda-tanda keletihan mulai terasa segera berhenti dan beristirahat.

    Kedua, antisipasi kesalahan orang lain baik itu dari depan, belakang, kiri, dan kanan dengan mengerti apa yang orang lain akan lakukan. “Jangan gegabah dalam mengambil keputusan karena kecelakaan bukan hanya dari kelalaian diri kita. Tapi justru kelalaian dari orang lain,” Jusri menambahkan.

    Ketiga, antisipasi ancaman dari belakang. Jusri mencontohkan ketika ada lubang di depan kita, antispasi dengan melihat spion. Apakah di belakang ada kendaraan lain, jika dipastikan aman kita bisa menghindari lubang atau lakukan pengereman.

    Keempat, ketika melakukan perjalanan mudik saat hujan otomatis jalan menjadi licin yang menyebabkan traksi pada ban berkurang. Antisipasi dengan lakukan akselerasi secara halus, juga bermanuver ke kiri dan kanan dengan sudut yang landai agar tidak tergelincir.

    Baca: AHM Melibatkan 3.750 Bengkel Resmi AHASS dalam Layanan Mudik 2018

    Kelima, siapkan rute mudik dengan mencari jalur alternatif. Karena volume kendaraan di jalur utama sangat banyak yang berpeluang tingkat kecelakaan tinggi.

    Keenam, siapkan kondisi fisik saat bulan Ramadan ini dengan pola tidur yang baik. Usahakan setelah solat sunnah tarawih segera tidur. Dan sahur diakhir waktu mendekati shalat subuh. Dan lakukan perjalanan setelah shalat subuh.

    Rendy Saputra, Servis Advisor Ahass Putera Merdeka Cibubur menambahkan, yang pertama jangan paksakan ketika badan mulai terasa lelah maksimal tiga jam berkendara. Segera berhenti di tempat istirahat seperti SPBU.

    Kedua, saat beristirahat pastikan juga keadaan motor, periksa kembali air radiator, tekanan angin, agar motor tetap dalam keadaan baik.

    Ketiga, badan harus benar-benar dalam keadaan yang sehat, persiapkan dengan istirahat sebelum berangkat. Selain itu, konsumsi makanan yang bergizi. Terlebih dalam kondisi berpuasa, usahakan makan makanan yang bergizi saat sahur. Agar siap melakukan perjalanan Mudik.

    Baca: Puncak Arus Mudik 2018 H-6, 46 Persen Gunakan Mobil Pribadi

    Keempat, karena saat ini rata-rata orang pakai motor matik, maka cara mengendarai motor matik ini harus dengan pembawaan yang stabil. Jangan main tarik ulur gas, karena selain membuat lebih boros juga membuat roller cepat rusak yang menyebabkan tarikan berat dan bergetar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.