TAM: Sebanyak 6 Persen Konsumen Toyota Avanza Pindah ke New Rush

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk unggulan Toyota Avanza masih menjadi raja penjualan mobil hingga 2017. Mobil keluarga yang pertama kali diluncurkan 2003 ini mencatat penjualan 109.488 unit. Toyota Avanza menggunakan mesin berkapasitas 1,3 liter dan 1,5 liter dengan Dual VVT-i yang membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar, torsi lebih meningkat serta ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    Produk unggulan Toyota Avanza masih menjadi raja penjualan mobil hingga 2017. Mobil keluarga yang pertama kali diluncurkan 2003 ini mencatat penjualan 109.488 unit. Toyota Avanza menggunakan mesin berkapasitas 1,3 liter dan 1,5 liter dengan Dual VVT-i yang membuat mobil menjadi lebih irit bahan bakar, torsi lebih meningkat serta ramah lingkungan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) menyebutkan ada sekitar 6 persen konsumen Toyota Avanza berpindah ke Rush generasi teranyar. Hal ini disebabkan Toyota tak kunjung merilis facelift dari Toyota Avanza dan konsumen tak mau menunggu.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang empat bulan pertama ini pasokan ke dealer Toyota Avanza melorot 40,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau menjadi 28.330 unit. Pada saat yang sama, Rush melonjak 84,3 persen, menjadi 14.944 unit.

    Baca: Servis Toyota Avanza untuk Mudik di Bengkel Ini Mulai Rp 435 Ribu

    Wakil Presiden Direktur TAM Henry Tanoto mengatakan mobil berkapasitas tujuh penumpang masih menjadi incaran konsumen roda empat Tanah Air. Hal itu yang membuat respons masyarakat terhadap Rush tergolong baik. Ditambah mobil ini seakan menjadi jawaban TAM di tengah demam Xpander.

    Seperti diketahui, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mendobrak desain konvensional mobil kecil serbaguna (LMPV) melalui Xpander. Mobil yang diluncurkan medio 2017 itu tampil modis dengan desain menyerupai LSUV. “Memang (permintaan LMPV) yang ke arah desain meningkat, tapi kalau dibandingkan dengan fungsional masih 50-50,” jelas Henry.

    Avanza yang menjadi mobil pertama yang menciptakan segmen LMPV belum mengalami perubahan signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2004. TAM beralasan mobil ini memiliki segmentasi tersediri, yakni orang-orang yang mengedepankan fungsi dibandingkan dengan desain.

    Mengutip data Gaikindo, Avanza memang membuktikan berhasil bertahan di tengah tekanan banyak penantang baru. Kendati pasokan ke diler turun hingga 40 persen lebih, akan tetapi rata-rata penjualan per bulan masih melampuan angka 5.000 unit per bulan. “Kami ingin Avanza bisa terus menjaga momentum sampai akhir tahun,” kata Henry.

    Baca: Menjelang Mudik, TRAC Beri Promo Diskon 30 Persen Sewa Mobil

    Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan 6 persen konsumen Avanza tersebut adalah loyalis. Dia mengklaim mereka akan kembali memilih Avanza begitu ada pembaruan model.

    Adapun posisi Avanza memang goyah sejak Mitsubishi Xpander mendapatkan momentum popularitas sejak pertengahan tahun lalu. Dalam angka, kuartal I/2018 menjadi catatan runtuhnya digdaya Avanza di pasar otomotif Tanah Air. Pertama kalinya ada mobil yang berhasil mengalahkan penjualan kumulatif Avanza. Sepanjang tahun ini, hingga April, penjualan pabrik ke diler Xpander sebanyak 29.069 unit, sedangkan Toyota Avanza di bawahnya 28.330 unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.