Penjualan Pelumas 2T Masih Jadi Andalan Evalube di Luar Jawa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oli Evalube Scootic dan Pro Synthetic. (Nugroho Adhi/TEMPO)

    Oli Evalube Scootic dan Pro Synthetic. (Nugroho Adhi/TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Evalube, salah satu produsen pelumas lokal masih mengandalkan penjualan pelumas atau oli samping 2 Tak, khususnya di Luar Jawa. Commercial Director Evalube Yomie Harlin mengatakan pasar pelumas 2 Tak memang masih berkontribusi besar di Luar Jawa karena populasi sepeda motor 2 Tak masih besar. "Penjualan pelumas 2 Tak masih menyumbang penjualan dengan prosentase 40 persen bagi pasar Evalube," kata Yomie Rabu malam 6 Juni 2018.

    Ia menambahkan pengguna pelumas 2 Tak tidak hanya untuk motor 2 Tak namun juga dipakai juga untuk mesin-mesin kapal, juga mesin untuk perkebunan. "Penjualan di kawasan pinggiran dan pegunungan, oli Evalube 2 tak masih kencang," tuturnya.

    Baca: Evalube Luncurkan Pelumas Motorsport dan Matik, Simak Harganya

    Sedangkan penopang penjualan sisanya atau sekitar 60 persen disumbang produk pelumas 4 Tak yaitu pelumas motor 4 tak konvensional Yakni, Evalube Runner 20/40 dengan botol warna hijau. Adapun produk baru yang belum lama diluncurkan pelumas Evalube SCOOTIC RX SAE 10W-40 API SL/JASO MB Full Synthetic sudah mulai banyak yang menggunakan. Namun, pelumas ini masih belum penopang andalan.

    "Kami berharap ke depan dengan berkembangnya pasar matik bongsor seperti Yamaha Nmax, Aerox dan Honda PCX. Ke depan semoga Yamaha Xmax juga akan menggunakan produk Ini," ujarnya.

    Baca:  Evalube Lebih Fokus ke Pasar Sekunder

    Yomie melanjutkan selama semester I 2018, penjualan pelumas Evalube mengalami pertumbuhan 5 persen secara year on year dari periode sama tahun 2017. Tahun ini, Evalube akan menargetkan pertumbuhan penjualan naik 19 persen. "Kami akan menggarap pasar lewat bengkel umum," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.