Toyota C-HR Pakai Bodi Kit Wald, Simak Tampilannya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota C-HR dengan bodi kit buatan Wald International. Sumber: carscoops.com

    Toyota C-HR dengan bodi kit buatan Wald International. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa crossover kompak seperti Toyota C-HR sering dikritik karena tidak lebih dari hatchback yang sedikit lebih besar dengan ground clearance yang lebih tinggi.

    Untuk mengubah pandangan tersebut, sebagian besar tuner memutuskan untuk menginstal body kit agresif dan pelek, sambil membawa performa lebih dekat ke aspal. Di satu sisi, Toyota C-HR termasuk dalam kategori itu, berkat adanya tambahan aftermarket dari Wald International.

    Baca: Toyota C-HR Terjual 126 Unit di 3 Minggu Pertama

    Bodi Kit yang ditambahkan membuatnya jauh lebih agresif daripada sebelumnya, karena sekarang fitur bumper yang diperbarui pada kedua ujungnya, apron depan baru, skirt samping yang melebar dan diffuser belakang yang besar.

    Toyota C-HR dengan bodi kit buatan Wald International. Sumber: carscoops.com

    Sistem pengereman juga ditingkatkan, adaptor muffler dan suspensi model sport untuk melengkapi Toyota C-HR, bersama dengan satu set pelek baru dengan model yang sporty hingga ukuran 22 inci, dan lampu LED kecil di depan dan belakang.

    Baca: Toyota Pangkas Harga C-HR di AS Lebih Murah dari Honda HR-V

    Wald International menyajikan bukan hanya satu tapi dua versi C-HR yang dimodifikasi. Sementara yang pertama memiliki tampilan dengan beberapa set roda yang berbeda, tampilan warna dua-nada, dengan matte hijau yang menutupi sebagian besar bodi, dan aksen hitam yang digunakan di atap, pilar dan lainnya bagian luar.

    Tuner ini juga menawarkan beberapa pembaruan di bagian interior Toyota C-HR, yaitu karpet dengan merek mereka sendiri dan set pedal aluminium.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.