Tabrakan Fatal di WSSP300 Brno, Begini Kondisi Ali Adriansyah

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ali Adriansyah Rusmiputro, 7 Juni 2018. (Istimewa)

    Ali Adriansyah Rusmiputro, 7 Juni 2018. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembalap muda Indonesia Ali Adriansyah Rusmiputro terlibat kecelakaan fatal saat berlaga di seri ke-5 balap motor World SuperSport 300 (WSSP300) di Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceko, Minggu, 10 Juni 2018.

    Ketika itu, Ali yang berada di bawah naungan Mahkota Rusmindo International mengawali balapan dari posisi 17. Pebalap Yamaha MS Racing langsung tampil agresif dan terus menekan. Di lap ketiga ia sudah mampu menyodok ke kelompok depan dan bersaing ketat dengan pebalap lain.

    Di lap ketujuh, di tengah persaingan yang keras itu seorang pembalap KTM (Maximilian Kappler) terjatuh di tikungan ke-7. Ali Adriansyah yang tepat berada di belakangnya tak bisa menghindar. Ia ikut terjatuh. Sial sepeda motor Yamaha YZF-R3 yang ia tunggangi jatuh menimpa tubuhnya. 

    Baca: WSSP300: Ali Adriansyah Siap Tampil Maksimal di Brno

    Kecelakaan yang menimpa pebalap kelahiran 1993 itu terbilang parah. Ali Adriansyah sempat tak sadarkan diri. Rupanya kepala dan dada mendapat benturan yang keras.

    Karena insiden itu pula pengawas lomba memutuskan menghentikan balapan  di lap 7 yang rencananya akan berputar sebanyak 11 lap.

    Setelah tabrakan, Ali Adriansyah sendiri sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Beruntung kondisinya tidak separah seperti yang terlihat saat kecelakaan. Ia mengalami trauma karena benturan pada leher dan dada juga terluka di bagian bibir, untuk itu ia harus menjalani observasi selama 48 jam di rumah sakit, namun Ali Adriansyah lebih memilih untuk berobat jalan.

    Selepas itu Ali Adriansyah diperbolehkan pulang meski dengan penyangga leher masih terpasang. Bahkan, keesokan harinya Ali langsung terbang ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarga sembari menjalani pemulihan lebih lanjut.

    "Itu salah satu kecelakaan terparah yang pernah saya alami," kata Ali Adriansyah dalam siaran pers yang diterima Tempo, Minggu, 17 Juni 2018. "Saya ambil hikmahnya. Hikmah bulan Ramadan agar saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena balapan bukan untuk main-main."

    Baca: Kalahkan Rider Eropa, Galang Hendra Juara WSSP300 Brno 

    Selama di Jakarta kondisi Ali Adriansyah semakin membaik. Dokter di Indonesia pun perlu mengeluarkan “Medical Certificate” sebagai rekomendasi kepada pihak Kesehatan SBK bahwa Ali Adriansyah sudah cukup fituntuk dapat mengikuti balapan berikutnya. 

    "Alhamdulillah, kondisi saya mulai membaik. Saya akan jalani rehabilitasi sesuai dengan rekomendasi physical trainer," ucapnya. "Tidak ada larangan dari dokter. InsyaAllah saya akan kembali turut serta di race berikutnya di Misano," ujarnya. 

    Menurut rencana WSSP300 putaran ke 6 akan diadakan di Sirkuit Misano, Italia pada 6-8 Juli 2018.

    Dalam kesempatan ini Mahkota RusmindoInternational, manajamen yang menaungi Ali Adriansyah mengucapkan terima kasih atas perhatian semua pihak atas kecelakaan yang dialami pebalapnya.

    "Terima kasih atas perhatian dari tim balap, manajemen sirkuit juga semua pihak yang membantu pebalap kami saat kecelakaan," ujar Erin Rusmiputro mewakili Mahkota RusmindoInternational.  

    Balapan WSSP300 di Brno sendiri dimenangi rekan senegara Ali Adriansyah yakni Galang Hendra Pratama. Pembalap Yamaha Bibilion MotoX Racing itu menyentuh garis finish dengan ungul lebih dari 4 detik dari pembalap kedua.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.