Ini Tujuan Toyota Mengucurkan Dana Rp 13 Triliun ke Grab

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki melintas di depan kantor Uber dan Grab di Singapura, 26 Maret 2018. (AP Photo/Wong Maye-E)

    Pejalan kaki melintas di depan kantor Uber dan Grab di Singapura, 26 Maret 2018. (AP Photo/Wong Maye-E)

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Corporation akan mengalirkan dana sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun ke Grab Holdings Inc, penyedia layanan perjalanan yang berbasis di Singapura. Langkah ini dinilai positif bagi Toyota dalam memperluas kolaborasinya di Asia Tenggara.

    Hal itu disampaikan oleh Motoki Yanase, Vice President Senior Credit Officer, Corporate Finance Group Moody’s Japan lewat keterangan tertulis, Senin 18 Juni 2018.

    Toyota mengumumkan rencana investasi di Grab pada Rabu 3 Juni 2018. Kesepakatan tersebut akan meningkatkan kemampuan Toyota dalam layanan penumpang, yang mana bisnis yang berubah dengan cepat dapat mengubah model bisnis tradisional dalam pembuatan mobil.

    Baca:
    Grab Belanjakan Duit Rp 13 Triliun dari Toyota untuk Sektor Ini
    Ini Langkah Grab Usai Dapat Kucuran Rp 13 Triliun dari Toyota

    Adapun Grab akan mendapat manfaat dari kemampuan Toyota. Perekam data Toyota yang mengumpulkan data mengemudi dan menyimpannya di platform pusat akan memperluas konektivitas di antara armada mobil sewaan Grab di seluruh Asia Tenggara. Data tersebut akan membantu perusahaan meluncurkan layanan baru untuk pengemudi, termasuk asuransi otomotif, penyewaan mobil dan pemeliharaan kendaraan.

    “Kolaborasi ini melengkapi aliansi Toyota yang sudah ada dengan penyedia layanan perjalanan global, termasuk Uber Technologies Inc. Dan JapanTaxi Co., Ltd. penyedia provider berbasis aplikasi di Jepang. Grab memperkuat posisi terdepan di Asia Tenggara setelah mengakuisisi aset Uber di kawasan itu pada Maret 2018,” kata Yanase.

    Toyota diekpektasikan untuk memanfaatkan kehadiran aplikasi Grab yang terus berkembang karena penjualan mobil baru diperkirakan dapat berkurang di tengah perubahan preferensi konsumen dan meningkatnya penetrasi bisnis berbasis aplikasi.

    “Kami memperkirakan Toyota memiliki lebih dari 25 persen pangsa pasar dan posisi terdepan di Asia Tenggara, menjadikannya pasar yang penting bagi Toyota,” ujarnya.

    Baca: Begini Cara Grab Menjamin Keamanan Para Penumpangnya

    Adapun, bagi Toyota, investasi senilai US$1 miliar dinilai masih relatif kecil terhadap arus kas tahunan dari operasi bisnis otomotif tersebut yang diperkirakan lebih dari US$ 23 miliar untuk tahun 2018 yang berakhir pada Maret 2019.

    Ukuran bisnis Toyota yang relatif lebih besar dibandingkan dengan kompetitor globalnya juga memberikan kapasitas tersendiri untuk berinvestasi dalam bisnis baru serta penelitian dan pengembangan, serta konektivitas.

    Toyota sebelumnya telah berinvestasi di Grab untuk pertama kali pada 2017 dengan jumlah yang tidak diketahui, lewat perusahaan Toyota Tsusho Corp. Perusahaan Jepang lainnya yang juga berinvestasi pada perusahaan layanan penumpang berbasis aplikasi, yakni Honda Motor Co. Ltd. yang juga menyuntikkan sejumlah dana ke Grab pada Desember 2016.

    Selain itu SoftBank Group Corp juga berinvestasi ke Uber, Grab dan perusahaan layanan penumpang berbasis aplikasi di China yakni Didi Chuxiing serta perusahaan sejenis di India yakni Ola Cabs.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto