Langkah Audi Setelah Pucuk Pimpinannya Terseret Kasus Dieselgate

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil Volkswagen dan Audi diesel dikumpulkan di padang pasir dekat Victorville, California, AS 28 Maret 2018. REUTERS/Lucy Nicholson

    Sejumlah mobil Volkswagen dan Audi diesel dikumpulkan di padang pasir dekat Victorville, California, AS 28 Maret 2018. REUTERS/Lucy Nicholson

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Direksi Audi langsung menggelar rapat terkait kekosongan pimpinan pasca penangakapan CEO Audi Rupert Staedler mengutip Reuters, Selasa 19 Juni 2018. Awal pekan ini, rapat antara Volkswagen dan Audi tidak mencapai titik temu. Audi masih berupaya untuk melawan pemberitaan soal penetapan Staedler sebagai tersangka dalam skandal emisi oleh otoritas Jerman.

    Penangkapan Staedler adalah buntut dari pengungkapan skandal emisi oleh otoritas Amerika Serikat pada September 2015. Diduga perusahaan mencurangi sistem dengan perangkat lunak ilegal. Setelah kejadian tersebut Staedler diserang oleh media, politisi, dan serikat buruh. Namun dia selamat dari perombakan manajemen karena mendapat dukungan dari Piech dan Porsche yang mengontrol pasar terbesar di Eropa.

    Baca: Ini Alasan Polisi Menahan Bos Mobil Audi dalam Kasus Dieselgate

    Pekan lalu jaksa di Munich, Jerman tengah menginvestigasi Staedler yang diduga bertanggung jawab mendistribusikan mobil di Eropa yang sudah dilengkapi perangkat lunak ilegal itu. Selain itu dia juga dituduhkan atas dugaan penipuan dan iklan palsu. Staedler ditahan dengan alasan menghilangkan barang bukti. Dia ditangkap di kediamannya pada dini hari.

    Adapun KBA Jerman mendeteksi ada masalah di perangkat lunak kontrol emisi model diesel Euro 6 Audi teranyar. Pengawas transportasi dan otomotif ini telah memerintahkan penarikan kembali atau recall 127.000 unit kendaraan, mengutip Reuters, Selasa 23 Januari 2018.

    KBA memberitahukan Audi untuk merespons permintaan recall dengan tenggat waktu 2 Februari 2018. Sementara itu Audi mengatakan bahwa model tersebut telah dimasukkan dalam penarikan kembali 850.000 unit kendaraan diesel dengan mesin V6 dan V8 yang diumumkan pada bulan Juli 2017.

    Baca: Audi Promosikan A3 Sportback ke Mal Elite di Jakarta

    Pada bulan November, Audi mengumumkan penarikan 5.000 unit mobil di Eropa untuk memperbaiki perangkat lunak setelah menemukan bahwa mereka mengeluarkan terlalu banyak nitrogen oksida, gas yang juga menjadi masalah induk perusahaan Audi, Volkswagen dalam skandal dieselgate.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini ditemukan pada 2015. Perusahaan diketahui memanipulasi perangkat lunak mesin sehingga kendaraan seperti memenuhi standar emisi nitrogen oksida (NOx) dalam pengujian laboratorium. Namun dalam kondisi nyata, mesin VW menghasilkan hingga 40 kali lipat tingkat dari yang diizinkan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.