Grab Belanjakan Duit Rp 13 Triliun dari Toyota untuk Sektor Ini

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara GrabBike mengendarai sepeda motornya di Jakarta, Indonesia, 24 Juli 2017. Perusahaan Softbank Jepang dan perusahaan papan atas China Didi Chuxing menuangkan 2 miliar dolar AS ke aplikasi transportasi se-Asia Tenggara . AP/Tatan Syuflana

    Pengendara GrabBike mengendarai sepeda motornya di Jakarta, Indonesia, 24 Juli 2017. Perusahaan Softbank Jepang dan perusahaan papan atas China Didi Chuxing menuangkan 2 miliar dolar AS ke aplikasi transportasi se-Asia Tenggara . AP/Tatan Syuflana

    TEMPO.CO, Singapura - Layanan transportasi online, Grab menerima investasi US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13 triliun dari Toyota untuk meningkatkan layanan. Namun, investasi Toyota tidak hanya akan mengarah ke bisnis yang terkait dengan mobil Grab, tetapi juga akan masuk ke layanan O2O lainnya, seperti GrabFood dan GrabPay.

    Juru bicara Grab mengatakan kepada Singapore Business Review bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan kapasitas Financial Grab seperti untuk pembayaran mobile, pembiayaan mikro, dan asuransi. Tak hanya itu, dana itu juga diharapkan bisa mendongkrak ekspansi GrabFood di Asia Tenggara.

    Baca:
    Ini Langkah Grab Usai Dapat Kucuran Rp 13 Triliun dari Toyota


    Begini Cara Grab Menjamin Keamanan Para Penumpangnya

    "Grab sudah menjadi aplikasi yang diandalkan masyarakat, dan semakin banyak pengguna juga menggunakan Grab sebagai e-wallet mereka untuk melakukan pembayaran, atau untuk membeli makanan dan layanan pengiriman paket," katanya.

    Selain itu, Grab berharap pengguna bisa menggunakan aplikasi untuk layanan sehari-hari yang lebih penting, mulai dari pembayaran tagihan hingga belanja online. "Di masa depan, saat kita bergerak menuju segalanya lewat internet dan menghubungkan dunia secara digital, konsumen bahkan dapat menantikan pengalaman yang benar-benar merasakan keuntungan dapat mengakses ekosistem O2O Grab dari transportasi, pembayaran, pengiriman makanan dan paket di mana saja," dia menambahkan.

    Grab juga memiliki tujuan untuk menjadi satu platform mobilitas untuk segala kebutuhan bagi pengguna dengan memungkinkan pengguna untuk melupakan kepemilikan mobil, memiliki kontrol atas semua moda transportasi yang berbeda yang dapat mereka pilih untuk satu perjalanan, dan membayar hanya dengan satu klik.

    Baca:
    Cara Grab Beri Penghasilan Mitranya di Kampung saat Mudik
    Begini Modus Sopir Taksi Grab Nakal Memakai Fake GPS

    "Kami juga ingin mempelajari layanan terkait seperti asuransi untuk pengemudi, program pembiayaan, dan layanan pemeliharaan," kata juru bicara. "Ini adalah nilai tambah bagi pengemudi kami dan memungkinkan pengemudi yang lebih efisien dan lebih aman di jalan dan biaya pemeliharaan armada yang lebih rendah."

    Beberapa hari kemudian, Grab juga memperoleh pembiayaan senilai $ 500 juta dari bank dan lembaga keuangan untuk membiayai armada kendaraannya. Namun, ketika ditanya berapa banyak mobil yang akan ditambah, juru bicara mengatakan bahwa mereka memastikan jumlahnya.

    SINGAPORE BUSINESS REVIEW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.