Prestasi Diapresiasi Menpora, Ini Permintaan Galang Hendra

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada pembalap muda Indonesia Galang Hendra Pratama atas kemenangannya di Sirkuit Brno awal Juni lalu. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi kepada pembalap muda Indonesia Galang Hendra Pratama atas kemenangannya di Sirkuit Brno awal Juni lalu. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan dukungan dan apresiasi atas prestasi pembalap Yamaha Indonesia, Galang Hendra Pratama yang sukses membawa bendera merah putih berkibar pada Kejuaran World Supersport 300cc di Sirkuit Brno, Ceko awal Juni 2018. Ia berharap Galang Hendra bisa menciptakan prestasi di masa depan. "Insya allah bisa menggantikan Rossi (Valentino Rossi) di masa depan," kata Imam saat bertemu dengan petinggi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan Galang Hendra di kantornya, Kamis 21 Juni 2018.

    Galang Hendra pun menyambut baik harapan Menpora. Ia mengungkapkan kemenangannya di Sirkuit Brno adalah hal yang sangat mengesankan bagi dirinya. Ia mengaku sempat tak percaya bisa sukses mengalahkan pembalap-pembalap Eropa yang memiliki pengalaman lebih banyak. Galang berjanji akan terus memberikan yang terbaik. "Race selanjutnya di Misano, saya akan melakukan hal yang terbaik," ujarnya.

    Baca:
    Cerita Galang Hendra Juara WSSP300 Brno, Motor Lebih Kompetitif


    WSSP300: Balapan di Brno, Galang Hendra Belajar dari PS4

    Ketika ditanya apa yang menjadi harapan atas dukungan Menpora, Galang mengatakan berharap pemerintah bisa menyiapkan sarana dan prasarana latihan bagi bibit-bibit pembalap Indonesia. Hal itu dengan menyediakan sirkuit yang memiliki standar Internasional. Apalagi, ia menambahkan jika sirkuit itu bisa menggelar balap terbesar sejagad, MotoGP tentu pembalap Indonesia bisa belajar dan berprestasi. "Pembalap Indonesia bisa bersaing di kejuaraan dunia namun kurangnya sirkuit di Indonesia menjadi sedikit masalah," katanya.

    Menanggapi permintaan Galang Hendra, Imam Nahrawi menjelaskan bahwa Indonesia pernah merencanakan untuk menyiapkan sirkuit baru pada 2015 yang saat itu berharap MotoGP bisa berlabuh di sini. Namun, pemerintah memiliki prioritas yang tak kalah pentingnya yaitu Asian Games yang akan digelar 18 Agustus 2018. Menurutnya, Asian Games ini membutuh infrastruktur dengan biaya yang besar. "Kita masih punya peluang merencanakan 2019," ujarnya.

    Baca: Tabrakan Fatal di WSSP300 Brno, Begini Kondisi Ali Adriansyah

    Saat ini, ia melanjutkan ada dua daerah yang mengajukan untuk menyiapkan sirkuit baru yaitu Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Selatan. Proyek ini dikerjakan oleh swasta namun untuk rencana di Palembang menggunakan tanah milik pemerintah daerah. Namun, proyek ini adalah proyek besar sehingga harus dibicarakan bersama antara pemerintah, swasta dan pabrikan. "Harus direncanakan dengan baik karena ini tidak hanya sekali dipakai, tapi untuk aktivitas berkesinambungan," katanya.

    Soal nasib Sirkuit Sentul, Imam Nahrawi enggan menjawab, "Kalau itu Pak Tinton yang bisa menjawab."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.