Franz Wang DFSK: Pasar SUV Bakal Melampaui MPV

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Managing Director PT Sokonindo Automobile, Franz Wang. TEMPO/Fery Firmansyah

    Managing Director PT Sokonindo Automobile, Franz Wang. TEMPO/Fery Firmansyah

    TEMPO.CO, Bandung - Sebagai pendatang baru di industri otomotif Indonesia, PT Sokonindo Automobile tengah ngebut dengan berbagai program. Setelah mengoperasikan pabrik berkapasitas produksi 50 ribu unit di Cikande, Serang, Banten, pemegang merek mobil asal Cina, DFSK, ini tengah mengembangkan layanan penjualan dan purnajual di berbagai wilayah.

    Berbeda dengan produsen kendaraan lain yang bermain di “kelas laris” seperti multi-purpose vehicle (MPV) atau kendaraan hemat dan berbiaya rendah (low cost green car), Sokonindo berkonsentrasi memasarkan sport utility vehicle (SUV), yang ceruk pasarnya lebih sempit. DFSK Glory 580, SUV dengan pilihan engine 1.800 cc dan 1.500 cc plus turbocharger, menjadi andalan Sokonindo untuk bertarung di pasar kendaraan penumpang.

    Baca: Sokonindo Produsen DFSK Akan Bangun Pabrik Mesin Tahun Ini

    Tentu ada alasan kuat di balik pilihan produk tersebut. Kepada wartawan Tempo, Fery Firmansyah, Managing Director Sokonindo, Franz Wang, membeberkan proyeksinya mengenai prospek pasar SUV. Demikian pula dengan strategi jangka panjang yang akan dimainkan Sokonindo.

    Berikut ini petikan wawancara yang berlangsung di Hotel Intercontinental, Bandung, 6 Juni lalu.

    Apa strategi yang diterapkan oleh DFSK sebagai pemain baru di industri otomotif Indonesia?

    Kami sudah menanamkan investasi US$ 150 juta (Rp 2,02 triliun) untuk membangun pabrik dan fasilitasnya. Ini menunjukkan komitmen dan kesiapan kami untuk berkompetisi. Strategi kami tuangkan dalam tiga konsensus, yakni menyediakan produk berkualitas, pelayanan yang baik dalam penjualan maupun purnajual, dan memberikan jaminan jangka panjang. Jika konsumen happy dengan layanan tersebut, baru kami menentukan target berikutnya.

    Tak bisa dimungkiri bahwa pasar otomotif Indonesia didominasi merek-merek Jepang. Selain itu, ada pengalaman buruk pada produk otomotif Cina pada masa lalu, yakni sepeda motor. Bagaimana Anda bersaing di tengah kondisi seperti ini?

    Kami paham situasi ini, tapi kami yakin konsumen Indonesia adalah konsumen yang rasional. Strategi kami di Indonesia adalah memasarkan produk alternatif yang cocok dengan kebutuhan, mengedepankan kualitas, serta memberikan jaminan kepada konsumen. Kami memberikan garansi terpanjang, tujuh tahun, untuk engine, body, dan semua komponen. Ini salah satu yang membedakan kami dengan pesaing.

    Baca: Sokonindo Produsen DFSK Bersiap Produksi Mobil Listrik

    Mengapa DFSK meluncurkan SUV sebagai produk perdana, padahal konsumen kendaraan di Indonesia selama ini lebih menggemari produk MPV atau minibus tujuh penumpang?

    SUV menjadi bagian dari strategi kami untuk bermain di pasar otomotif Indonesia. Kami berniat menjadi spesialis SUV di Indonesia. Mengapa SUV? Percaya atau tidak, saat ini konsumen cenderung beralih dari sedan atau MPV ke SUV, yang punya fungsi lebih. SUV adalah model kendaraan pilihan konsumen pada masa depan. Sebagai pendatang baru, kami berpikir untuk masuk dengan SUV tujuh penumpang untuk mengejar potensi pasar pada masa mendatang.

    Anda yakin pasar SUV bisa menggeser MPV di Indonesia? Berapa lama tren ini bisa terjadi?

    Saya yakin, meski tak bisa mengatakan berapa tahun pergeseran ini terjadi. Yang jelas, pasar SUV akan melampaui MPV di Indonesia. Saat ekonomi Indonesia bertumbuh, orang tak lagi membeli mobil pertama, tapi sudah beranjak ke mobil kedua dan seterusnya.

    Baca: DFSK Segera Ekspor Glory 580 ke Negara ASEAN

    Di titik ini, orang menginginkan model yang lebih besar, lebih bagus, dan memiliki multifungsi. SUV tujuh penumpang menjadi solusi bagi rata-rata orang Indonesia yang suka bepergian dengan keluarga besar, termasuk untuk menempuh kawasan di luar kota dengan jalanan yang kurang baik. Dalam beberapa tahun ke depan, saya yakin pasar Indonesia akan dibanjiri model-model SUV, lebih banyak dari model MPV.

    Ada rencana mengembangkan SUV yang lebih canggih dan menyasar pasar yang lebih luas? Misalnya, SUV 4x4 untuk industri...

    Saat sudah siap, Anda menjadi yang pertama yang akan kami kabari. Namun, tahun ini dan pada awal masa operasi, kami akan berfokus pada pengembangan varian Glory 580. Kami punya model yang premium dan elite, akan segera meluncur akhir tahun ini.

    Seperti apa rencana optimalisasi produksi dan ekspansi yang Anda rancang?

    Optimalisasi produksi kami lakukan secara bertahap, sesuai dengan respons pasar. Setelah meluncurkan produk, kami harus membangun jaringan penjualan dan pelayanan, sebelum kemudian ekspansi produksi. Saat ini kami memiliki jaringan penjualan dan servis di Jabodetabek dan Jawa Tengah, serta sedang membangun di Jawa Timur, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Dalam tiga bulan, kami membangun 50 jaringan dealer dan servis serta bermitra dengan pengusaha lokal.

    Sejauh mana kesiapan DFSK memasok komponen untuk layanan purnajual?

    Selain pabrik, kami membangun pusat logistik untuk pasokan komponen. Kapan pun konsumen butuh spare part, semua tersedia di Indonesia, tak perlu menunggu impor. Produksi komponen di Indonesia masuk dalam rencana jangka menengah yang sudah kami susun, bersamaan dengan pabrik mesin dan lainnya, dalam lima tahun ke depan. Kami juga akan melibatkan pemasok komponen lokal.

    Baca: Ini Bagian DFSK Glory 580 yang Digaransi 7 Tahun

    Dengan rencana tersebut, berapa tambahan investasi yang akan dikucurkan?

    Tergantung pasar. Jika respons konsumen baik, kami akan tambah investasi besar. Indonesia adalah lokasi strategis bagi kami. Fasilitas produksi yang sudah ada akan kami kembangkan agar mampu memenuhi standar industri 4.0 (robotik). Langkah berikutnya adalah terus membangun jaringan penjualan dan layanan purnajual agar image merek kami baik.

    Apakah DFSK akan bermain di segmen kendaraan lain, selain SUV?

    Mengapa tidak, jika konsumen menghendaki itu. Kami punya pusat riset di Amerika Serikat dan bekerja sama dengan produsen kendaraan Jepang serta Eropa untuk membuat aneka model mobil, termasuk listrik. Jika konsumen Indonesia siap menerima mobil listrik, kami bisa menyediakannya. Kami tidak memulai dari nol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.