Penjualan Sepeda Motor Mei 2018: Honda Dominan, Yamaha Melejit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu konsumen mendapatkan penjelasan dari bagian penjualan mengenai produk All New Honda Vario 150 dan All New Honda Vario 125 di dealer Astra Motor Center Jakarta. Dok AHM

    Salah satu konsumen mendapatkan penjelasan dari bagian penjualan mengenai produk All New Honda Vario 150 dan All New Honda Vario 125 di dealer Astra Motor Center Jakarta. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor mencatat penjualan sepeda motor sebesar 436.727 unit. Angka ini turun dibanding penjualan di bulan sebelumnya sebesar 458.499 unit. Sementara itu, total penjualan pada Mei 2018 mencapai 589.304 unit, naik dibanding penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 531.496 unit.  

    Dalam data penjualan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Honda tercatat menguasai 74 persen pangsa pasar sepeda motor nasional. Yamaha menjadi sepeda motor terlaris kedua dengan penjualan mencapai 140.068 unit, naik cukup signifikan dibanding penjualan bulan sebelumnya sebesar 113.182 unit.

    Baca: Penjualan Sepeda Motor Maret Tumbuh Positif, 2 Merek Ini Turun

    Suzuki yang baru saja meluncurkan skuter matik entry level, Suzuki Nex II, juga mencatat kenaikan penjualan dari 6,954 unit di bulan April menjadi 7.663 unit pada Mei 2018.

    Kawasaki mencatat kenaikan penjualan dari 2.282 unit menjadi 4.828 unit, tapi angka ini turun jauh dibanding penjualan bulan Maret yang mencapai 13.969 unit. Sementara itu, sepeda motor TVS hanya terjual 18 unit, naik dibanding bulan sebelumnya sebesar 4 unit.

    Baca: Inilah 10 Sepeda Motor Terlaris Penjualan Januari-Maret 2018

    Total sepanjang 4 bulan pertama tahun ini penjualan sepeda motor mencapai 2.627.719 unit. Sepeda motor Honda menguasai sebanyak 75 persen pangsa pasar dengan total angka1.964.522 unit. Sementara itu, Yamaha terjual sebanyak 594.794 unit, Suzuki (29.245 unit), Kawasaki (39.044 unit), dan TVS (114 unit).  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.