Alasan Isuzu Panther Tak Lagi Diekspor ke Filipina Secara CKD

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isuzu Panther (www.isuzu-astra.com)

    Isuzu Panther (www.isuzu-astra.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Isuzu Astra Motor Indonesia belum berencana melanjutkan ekspor salah satu produk andalannya Isuzu Panther secara terurai lengkap (Completely Knock Down) ke Filipina, setelah menghentikan pengapalan sejak September 2017.

    Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengungkapkan bahwa perusahaan belum melakukan pengapalan Isuzu Panther lantaran belum siap dengan regulasi pemerintah Filipina yang mulai menerapkan standar Euro 4 pada 2018.

    Baca: Isuzu MU-X Edisi Khusus Pakai Warna Matte Tambah Macho

    “Ekspor CKD kami adalah Panther ke Filipina. Mulai tahun ini, Filipina mengimplementasikan Euro 4. Sedangkan Panther belum siap,” kata Ernando kepada Bisnis, pada Selasa 3 Juni 2018.

    Dia menambahkan, pihaknya belum memiliki strategi tertentu atau pengalihan pasar ekspor kendaraan bermotor mobil Isuzu Panther secara terurai dengan kondisi tersebut.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total pengapalan kendaraan Isuzu secara terurai atau completely knock down (CKD) pada tahun lalu mencapai 3.600 unit.

    Baca: Isuzu Targetkan Penjualan 27.850 Kendaraan, mu-X Jadi Andalan

    Namun, pengapalan itu tercatat hingga hanya sampai Agustus 2017. Sejak September 2017 hingga Mei 2018, tidak terdapat ekspor kendaraan bermotor mobil Isuzu ke Filipina. Isuzu juga tercatat tidak melakukan ekspor suku cadang atau onderdil Isuzu Panther ke Filipina.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.