3 Faktor Ekspor Suku Cadang Mobil 2018 Mengalami Pertumbuhan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mnerakit onderdil pada body mobil Honda yang telah dicat di pabrik Honda di Prachinburi, Thailand 12 Mei, 2016. REUTERS

    Pekerja mnerakit onderdil pada body mobil Honda yang telah dicat di pabrik Honda di Prachinburi, Thailand 12 Mei, 2016. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekspor suku cadang mobil dari Indonesia sepanjang 5 bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan 8,98 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 32,13 juta pieces menjadi 35,02 juta pieces, berdasarkan data Gaikindo.

    Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menilai bahwa pertumbuhan pengapalan komponen otomotif dari Indonesia tidak terlepas dari pasar mobil dunia yang juga bertumbuh. “Pertama market tumbuh, alokasi prinsipal sehingga kita juga tumbuh,” kata Nangoi kepada Bisnis, Selasa 3 Juli 2018.

    Baca: 22 Negara Akan Menjadi Tujuan Ekspor All New Suzuki Ertiga

    Dia menjelaskan, pertumbuhan pasar otomotif dunia membuat prinsipal memutuskan untuk melakukan pengapalan komponen untuk memenuhi kebutuhan pabriknya di negara lain dari Indonesia.

    Penyebab lainnya adalah kebijakan prinsipal dari awal untuk memasok komponen otomotif di suatu pabrik dari Indonesia, seperti halnya pengapalan mobil completely build up (CBU). “Terus terang, ekspor masih banyak di-drive prinsipal,” katanya.

    Dia menjelaskan, daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean cukup baik terkait dengan pengapalan komponen otomotif.

    Baca: Ekspor Sepeda Motor 2018 Naik, Yamaha Masih Ungguli Honda

    Kondisi seperti sosial-politik, harga-harga yang stabil, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merupakan penyebab daya saing produk komponen-komponen otomotif dari Indonesia cukup baik.

    Indonesia, ujarnya, bersaing dengan negara-negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina di Asean terkait dengan pengapalan komponen otomotif.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.