13 Model Kendaraan Listrik Lolos Uji Tipe di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang disiarkan AFP hari ini (5/1) memperlihatkan mobil  listrik Mitsubishi

    Foto yang disiarkan AFP hari ini (5/1) memperlihatkan mobil listrik Mitsubishi "iMiEV". Mitsubishi menyatakan akan mulai menjual mobil tersebut pada musim panas tahun 2009. Foto: AFP/Toru Yamanaka

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini sudah ada 22 unit kendaraan listrik berbagai jenis yang menjalani uji tipe di Indonesia. Dari angka itu, 13 model sudah dinyatakan lolos. Sedangkan 9 di antaranya tidak lolos.

    Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan Dewanto Purnacandra mengatakan bahwa beberapa pabrikan mobil telah melakukan pengujian. "Mitsubishi dan Tesla sudah. Beberapa sepeda motor juga sudah ada yang lolos uji tipe," ujarnya.

    Mobil listrik, menurut Dewanto, masih memerlukan beberapa aturan yang perlu diterapkan. Di antaranya tentang suara mobil listrik yang nyaris tidak terdengar. Berbeda dengan mobil konvensional yang memiliki suara mesin lebih keras sehingga pejalanan kaki dapat mendengar dengan jelas bahwa ada mobil yang melintas di sekitar mereka. "Mobil listrik ini senyap, tidak terdengar, dan dapat membahayakan pejalanan kaki," kata Dewanto.

    Baca: Kemenperin - Toyota Kolaborasi Riset Teknologi Mobil Listrik

    Menurut Dewanto, ada aturan internasional yang siap untuk diadopsi tentang tingkat suara minimum dari sebuah mobil listrik. Di beberapa negara memang dibuat memiliki suara tambahan melalui pemasangan speaker sehingga mobil listrik ini memiliki suara yang mirip mobil konvensional.

    "Semakin cepat putaran mesinnya, semakin keras suaranya. Seperti mobil biasa," ujarnya. "Kalau tidak memenuhi syarat ini ya tidak lulus."

    Baca: Mitsubishi Motors Serahkan 10 Mobil Listrik ke Pemerintah

    Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyampaikan bahwa suara senyap mobil listrik memang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Dari sisi kenyamanan, kata dia, tidak diragukan lagi mobil listrik memiliki keunggulan dibanding mobil konvensional.

    "Senyap sekali di kabin dan tentunya nyaman ya naik mobil listrik itu," kata Nangoi usai menjajal Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, 4 Juli 2018.

    Toyota Prius PHEV memiliki dua penggerak, mesin konvensional dan motor listrik. Untuk kecepatan rendah dengan kecepatan tertentu, mobil ini melaju dengan motor listrik. Mesin bensin akan menyala jika diperlukan misalnya baterai pada motor listrik menipis atau pengemudi menginginkan akselerasi lebih kencang. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).