Minggu, 22 Juli 2018

Kualitas SMK Kelas Khusus Setara Yamaha Technical Academy

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peserta ujian SMK Binaan Yamaha mengerjakan ujian teori. Dok Yamaha

    Para peserta ujian SMK Binaan Yamaha mengerjakan ujian teori. Dok Yamaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Yamaha Indonesia secara aktif dan konsisten mendukung perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan melalui Program SMK Binaan Yamaha. Program tersebut juga merupakan Coorporate Social Responsibility (CSR) yang sudah dilaksanakan sejak 2003.

    Program SMK Binaan Yamaha bertujuan mempersiapkan siswa dan siswi SMK siap pakai di dunia kerja dan kewirausahaan melalui standarisasi kurikulum Teknik & Bisnis Sepeda Motor sesuai dengan kurikulum Yamaha Technical Academy (YTA). Kurikulum ini tentunya selaras dengan perkembangan industri sepeda motor terkini sehingga mampu mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri yang mengacu pada Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

    Baca: Begini Cara Yamaha Mengenalkan Balap ke Siswa SMA

    Yamaha juga mendonasikan mesin dan motor ke lebih dari 700 SMK Binaan Yamaha, dan 47 SMK diantaranya terpilih menjadi Kelas Khusus Yamaha yang mendapatkan support standarisasi Ruang Praktik, Peralatan Bengkel, dan Kurikulum Standar YTA.

    Pada 5 Juli 2018, bertempat di Yamaha Flagshipshop Semarang, 47 SMK tersebut berkesempatan ambil bagian dalam ajang SMK Contest 2018 yang merupakan rangkaian acara ITGP (Indonesia Technician Grand Prix) 2018. Ajang ini jadi pembuktian “Link & Match” antara dunia pendidikan dan industri. Seperti slogan “SMK Bisa Hebat”, lulusan SMK bisa setara dengan lulusan YTA. Acara ini terasa istimewa karena bersamaan dengan perayaan ulang tahun Yamaha ke-63, 1 Juli 2018.

    “Program SMK Binaan Yamaha adalah bukti nyata kontribusi Yamaha Indonesia untuk Merah Putih Semakin di Depan dengan pelatihan teknologi otomotif Yamaha. Diharapkan SMK bisa mengikuti perkembangan industri sepeda motor terkini dan lulusannya siap bekerja di jaringan bengkel Yamaha maupun berwirausaha,” kata M. Abidin, GM Aftersales Service & Motor Sport PT YIMM.

    Dalam sambutan pembukaan SMK Kontes tersebut, Saryadi Guyatno, S.T., M.B.A., selaku Kepala Sub Direktorat Penyelarasan Kejuruan dan Kerja Sama Industri Direktorat Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan “Lulusan SMK bukan hanya harus memiliki kompetensi teknik, tetapi juga harus didukung kewirausahaan, dan untuk itu diperlukan 4C, Creativity, Critical Thinking, Collaboration, Communication. Kontes SMK ini sebagai salah satu tolok ukur pencapaian kompetensi dalam mewujudkan Link and Match antara dunia Industri dan SMK.”

    Baca: Yamaha Cup Race Aceh Dihadiri 12 Ribu Penonton

    Ada salah satu siswa SMK Kelas Khusus Yamaha yang ikut Kontes SMK pada2016 dan kemudian langsung bekerja sebagai teknisi. Tahun ini dia berhasil masuk menjadi finalis Indonesia Technician Grand Prix 2018. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa mekanik binaan Yamaha handal dan terpercaya.

    Keberhasilan Yamaha ini adalah bukti bahwa lulusan SMK Kelas Khusus Yamaha sudah setara dengan lulusan Yamaha Technical Academy, dan siap bekerja di jaringan bengkel Yamaha maupun berwirausaha. Hal ini sejalan dengan jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) yang sekarang menjadi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Mereka dituntut untuk semakin mandiri dengan membuka usaha sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.