Penjualan Motor Suzuki Naik 23 Persen, Nex II Mendominasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Indomobil Sales meluncurkan skuter matik Suzuki Nex II di IIMS 2018. 23 April 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Suzuki Indomobil Sales meluncurkan skuter matik Suzuki Nex II di IIMS 2018. 23 April 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan Motor Suzuki di bulan Juni secara retail naik 23 persen atau secara keseluruhan terjual 7.000 unit. Yang didominasi oleh Suzuki Nex II yang mencapai 45 persen atau sebanyak 3.000 unit.

    Yohan Yahya, GM Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan bahwa untuk penjualan bulan Juni dibandingkan Mei itu naik 23 persen. “Meskipun ada kendala saat lebaran ekspedisi tidak boleh jalan karena kan libur dua minggu sehingga produksi tidak banyak dan suply juga tidak banyak,” katanya pada Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca: Harga Suzuki Nex II Diumumkan, Lebih Murah dari Honda BeAT

    Ia melanjutkan, untuk saat ini memang penjualan motor Suzuki yang mendominasi adalah Suzuki Nex II dan GSX-R150. Sport Suzuki ini memegang kendali sebanyak 30 persen untuk penjualan.

    Tapi didominasi oleh Suzuki GSX-R 150 yang retail penjualannya mencapai 2.000 unit. “Saat ini GSX S memang tidak begitu jalan. Untuk saat ini yang marketnya naik memang ada di low skutik makanya saat ini fokus ke Suzuki Nex II,” tutur Yohan.

    Baca: Suzuki Nex II Bodi Proporsional, Tingkat Kenyamanan Membaik

    Yohan mengatakan untuk Suzuki Satria juga saat ini penjualan juga sedang menurun karena memang kami produksi juga tidak terlalu banyak. "Faktor lainnya kalau dibandingkan lima tahun lalu memang Suzuki satria masih diminati,” jelasnya.

    Ia mengakui memang sekarang pasarnya pindah ke matik ya, dan itu hanya tergantung masalah tren saja. Konsumen motor underbone pindah ke matik.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.