Alasan Suzuki Belum Merilis Sport 250 CC dan Matik Bongsor

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paten Suzuki GSX-R300. Sumber: bennetts.com

    Paten Suzuki GSX-R300. Sumber: bennetts.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga saat ini, Suzuki belum merilis motorsport berkapasitas 250cc. Padahal tiga kompetitornya sudah lama bermain, seperti Yamaha punya YZF R-25 kemudian Honda punya CBR250RR, dan Kawasaki punya Ninja 250 RR. Lalu bagaimana dengan Suzuki yang tidak kunjung keluarkan motor sport 250 cc nya.

    Yohan Yahya, GM Sales & Marketing 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) pada Kamis, 6 Juli 2018 mengatakan bahwa saat ini pasar sport menururtnya tidak terlalu berkembang dan saat ini orang lebih mencari low matik. Yang menyebabkan kami lebih fokus ke Suzuki Nex II.

    Baca: Bocor: Inikah Motorsport Suzuki GSX-R300 Pesaing Honda CBR

    “Untuk mengeluarkan sport 250 cc banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Intinya kita lihat dulu pergerakan kondisi pasar motor sport 250 cc sekarang. Melihat market-nya tidak terlalu bersahabat untuk saat ini jadi kami masih fokus ke low matik kami,” katanya.

    Sebelumnya, Suzuki telah mendaftarkan hak paten untuk motor sport GSX-R300 yang akan dipasarkan di Jepang. Namun, hingga kini belum ada penampakan saat pengujian.

    “Tapi apapun modelnya kami selalu fokus untuk mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada,” kata Yohan. Ia melanjutkan, dan kami juga punya alasan mengapa kami masih fokus di low matik sedangkan yang lain sudah punya matik premiumnya.

    Baca: Sosok Pesaing Yamaha MT25 Buatan Suzuki: Tampilan Fresh

    Banyak hal yang Suzuki pertimbangkan untuk keluarkan matik premium. “Karena kami tidak mau mengecewakan konsumen. Selain itu modelnya harus khas Suzuki  agar tidak mengecewakan dan ikut-ikutan orang lain,” jelasnya.

    Saat ini Suzuki ingin apa yang ia keluarkan itu jangan sampai gagal. “Untuk itu kami kini lebih selektif lagi sehingga apa yang kami keluarkan tidak mengecewakan konsumen dan bisa diterima di pasaran,” tutup Yohan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.