Inilah Insentif yang Disiapkan untuk Industri Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil listrik. (dok TMMIN)

    Ilustrasi mobil listrik. (dok TMMIN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berencana akan memberikan insentif dalam skema tax holiday dalam rangka membantu mengembangkan industri mobil listrik yang memberikan nilai tambah dan mengoptimalkan pemanfataan sumber daya lokal. "Kami memberikan insentif yaitu tax holiday termasuk industri teknologi baterainya," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Harjanto dalam diskusi roadmap pengembangan industri mobil listrik Indonesia di Jakarta, Selasa 10 Juli 2018.

    Selain itu, Harjanto mengungkapkan juga tengah mengusulkan agar terkait penggunaan kendaraan yang mengurangi emisi, maka ke depannya akan bisa memperoleh tingkat pajak yang lebih rendah.

    Baca: Indonesia Punya Bahan Baku Utama Pembuatan Baterai Mobil Listrik

    Harjanto mengemukakan pengembangan industri mobil listrik sudah ada peta jalannya termasuk di dalamnya mencakup pengembangan industri ramah lingkungan sehingga target 20 persen dari total produksi kendaraan emisi karbon rendah bisa tercapai pada 2025 mendatang.

    Ia juga menyatakan, pihaknya bakal melakukan langkah menuju ke arah sana dengan hati-hati agar tidak terjadi turbulensi sehingga industri otomotif masih tetap dapat mempertahankan pertumbuhannya serta transisi menuju ke penggunaan kendaraan ramah lingkungan bisa mulus.

    Sementara itu, Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman menyatakan pihaknya mendukung karena ke depannya, PLN telah berkomitmen untuk menggunakan energi baru dan terbarukan di Nusantara. "Kami berkomitmen mengembangkan energi baru dan terbarukan hingga 23 persen pada tahun 2025," kata Syofvi.

    Sedangkan Ketua Umum Gabungan Agen Tunggal Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan pihaknya setuju dengan rencana pengembangan mobil listrik karena hal itu merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

    Baca: Begini Rasanya Menjajal Toyota Prius PHEV di Jakarta

    Namun, Yohannes Nangoi juga mengutarakan harapannya agar berbagai kebijakan terkait dengan itu jangan sampai mengganggu industri otomotif yang ada di Indonesia yang saat ini telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi kepada ekonomi.

    Sebelumnya, Kementerian Perindustrian juga telah menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri untuk melakukan riset dan studi bersama secara komprehensif tentang teknologi electrified vehicle (mobil listrik) di dalam negeri. Langkah ini akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.