Kamis, 22 November 2018

Ini Alasan Toyota Baru Produksi Mobil Listrik pada 2020

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono saat mencoba  mobil listrik 4 Juli 2018. TEMPO/RIdian Eka Saputra

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono saat mencoba mobil listrik 4 Juli 2018. TEMPO/RIdian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meminta pemerintah segera mengumumkan peta jalan (roadmap) mobil listrik untuk memudahkan para pabrikan melakukan persiapan dalam mengembangkan produknya. Toyota siap memproduksi kendaraan listrik sesuai dengan roadmap yang dibuat oleh pemerintah.

    Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono mengungkapkan pabrikan otomotif membutuhkan waktu 4-5 tahun untuk membuat sebuah produk dari development. “Kami menginginkan roadmap itu segera di-announce supaya kita juga segera konkret preparation karena kan produk lineup kami kan empat hingga lima tahun mulai dari development, dan itu butuh perencanaan macam-macam,” kata Warih di sela-sela diskusi terbatas Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik, Selasa, 10 Juni 2018.

    Baca:
    Toyota Sienta 2018 Tampil Lebih Sporty Siap Lawan Honda Freed
    Toyota C-HR versi Mobil Listrik Akan Meluncur 2020

    Toyota, ia melanjutkan, siap memproduksi kendaraan listrik sesuai dengan roadmap yang dibuat pemerintah. Berdasarkan peta jalan industri otomotif Indonesia, produksi kendaraan listrik ditargetkan mulai 2022. Kendaraan listrik mencakup tipe hybrid, plug in, dan elektrik.

    Selain produksi kendaraan listrik, pada waktu yang sama, pemerintah menargetkan produksi komponen utama, seperti baterai, motor, dan unit kontrol daya. Menurut Warih, terdapat empat pilar dalam pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri.

    Pilar pertama adalah konsumen. Menurutnya, tipe kendaraan, baik kendaraan listrik baterai, listrik hybrid, maupun listrik hybrid plug in, ditentukan konsumen yang akan menggunakan. “Customer is king (konsumen adalah raja),” ujarnya.

    Baca:
    Toyota Corolla Hatchback Siap Dipasarkan, Modelnya Makin Sporti
    Toyota: 4 Syarat Teknologi Mobil Listrik Dibawa ke Indonesia

    Pilar kedua adalah kesiapan regulasi sehingga harga dan level servis kendaraan listrik bisa sama dengan kendaraan konvensional. Ketiga adalah kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya pengisian daya listrik. Pilar terakhir adalah Indonesia bisa menjadi mata rantai dunia atau global supply chain.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.