Senin, 10 Desember 2018

Stagnan, Hyundai Berharap Penjualan 2018 Menyamai Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mukiat Sutikno, Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia saat peluncuran Grand Avega dan New Sonata di Indonesia International Motor Show 2011 (Dok. HMI)

    Mukiat Sutikno, Vice President Director PT Hyundai Mobil Indonesia saat peluncuran Grand Avega dan New Sonata di Indonesia International Motor Show 2011 (Dok. HMI)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hyundai Mobil Indonesia mematok target moderat untuk penjualan kendaraan tahun ini. Perusahaan juga tengah mengkalkulasi penyesuaian harga akibat kenaikan suku bunga acuan dan depresiasi nilai tukar rupiah.

    Presiden Direktur PT Hyundai Motor Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno mengatakan pada tahun ini Hyundai akan mengincar jumlah penjualan seperti capaian 2017. Pasalnya, pabrikan Korea ini belum memiliki produk yang bermain pada segmen gemuk, seperti seperti low multipurpose vehicle (MPV).

    Baca: Hyundai Merilis MPV Mewah H1 2018: Lebih Macho, Kabin Nyaman

    “Stagnan, seperti tahun lalu rencananya. Kami belum ada produk di volume segmen,” tulisnya dalam pesan pendek kepada Bisnis, Senin, 16 Juli 2018.

    Mukiat menyampaikan Hyundai masih mengkalkulasi harga jika ingin masuk dan bersaing pada segmen kendaraan murah. Pertimbangan harga menjadi salah satu yang penting sehingga untuk kompetitif, produksi harus dilakukan dalam negeri.

    Dia menuturkan belum dalam waktu dekat Hyundai akan masuk ke segmen kendaraan murah. HMI melihat terdapat beberapa produk yang telah dipasarkan di luar negeri dapat masuk ke pasar Tanah Air khususnya pada segmen kendaraan murah.

    “Sementera ini belum tapi melihat produk Hyundai di luar, ada yang bisa kami explore ke depan untuk di lower priced segment,” tambahnya.

    Penjualan Hyundai Mobil Indonesia, Januari-Juni 2018

    Model

    Status

    Transmisi

    Mesin

    Unit

    Grand i10   (CBU India)

    CBU

    MT

    1.2

    24

    Grand i10 (CBU India)

    CBU

    AT

    1.2

    29

    All New i20  (CBU India)

    CBU

    MT

    1.4

    18

    All New i20 (CBU India)

    CBU

    AT

    1.4

    39

    Santa Fe  (CBU Kor)

    CBU

    AT

    2.2

    76

    Tucson  (CBU Kor)      

    CBU

    AT

    2.0

    49

    Tucson CRDi (CBU Kor)

    CBU

    AT

    2.0

    27

    H-1 XG

    CKD

    AT

    2.4

    93

    H-1 XG CRDi

    CKD

    AT

    2.5

    104

    H-100

    CBU

    MT

    2.6

    29

    Starex

    CKD

    MT

    2.5

    129

    Total

    617

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat total penjualan Hyundai sepanjang 2017 sebanyak 1.271 unit. Hingga semester I/2018, Hyundai tercatat mampu memasarkan sebanyak 617 unit, naik 9,98 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 yang sebanyak 561 unit.

    Baca: Hyundai Akan Bangun Pabrik di Indonesia

    Kontribusi penjualan Hyundai pada semester I/2018 paling besar berasal dari Starex yang terjual sebanyak 129 unit, disusul H-1 XG CRDi sebanyak 104 unit, kemudian H-1 XG yang terjual 93 unit. Ketiga tipe kendaraan ini dirakit di dalam negeri (completely knock down/CKD).

    Mukiat melanjutkan kenaikan suku bunga acuan berpontesi membuat suku bunga kredit naik. Jika hal itu terjadi penjualan kendaraan dikhawatirkan akan anjlok.

    Dia menjelaskan yang paling vital bagi Hyundai ialah kenaikan dolar terhadap rupiah yang akan langsung berdampak kepada penyesuaian harga jual. Pasalnya, masih banyak varian kendaraan Hyundai yang CBU (completely built up/CBU) alias diimpor utuh.

    “Yang lebih vital kenaikan dolar AS terhadap rupiah, karena pasti berdampak ke harga kendaraan akibatnya,” paparnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.