Modernisasi Perakitan, BMW Tambah Investasi Rp 20 Miliar

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil BMW di PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara, 18 Juli 2018. BMW Group Indonesia menambah investasi untuk merakit All New BMW X3. TEMPO/Wisnu Andebar

    Pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil BMW di PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara, 18 Juli 2018. BMW Group Indonesia menambah investasi untuk merakit All New BMW X3. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, JakartaBMW Group Indonesia menambah investasinya senilai Rp 20 miliar pada 2018. Investasi ini digunakan untuk memodernisasi jalur perakitan dengan memutakhirkan instalasi peralatan dan perlengkapan, rekrutmen tenaga kerja baru, serta transfer teknologi dari para ahli BMW Group Jerman.

    Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania mengatakan investasi ini juga untuk memproduksi All New BMW X3 secara lokal di BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara.

    Baca: BMW 520i Luxury Line Rakitan Lokal Diluncurkan, Simak Harganya

    "Perakitan secara lokal ini tentunya mengurangi waktu tunggu bagi pelanggan dan harga yang lebih kompetitif," kata Jodie di Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 18 Juli 2018. 

    Menurut Jodie, sejak diluncurkan pada April lalu, All New BMW X3 mendapatkan respons yang sangat baik dari para penggemar BMW di Indonesia. Kesuksesan perakitan kendaraan BMW secara lokal didukung oleh PT Gaya Motor, yang merupakan mitra strategis BMW Group sejak 1994.

    Baca: All New BMW X3 Hadir di Indonesia, Harga Rp 1 Miliar

    Presiden Direktur PT Gaya Motor Ary Mariano menjelaskan, pihaknya menyambut baik langkah BMW Group Indonesia untuk terus menambah investasinya di Indonesia. "Terlebih All New BMW X3 sudah dirakit selama dua generasi di BMW Production Network 2 ini," ucap Ary.

    BMW Group Indonesia secara konsisten sejak 2011 terus meningkatkan produksinya di Indonesia melalui investasi lebih dari Rp 270 miliar.


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.