Mobil Listrik Bisa Memacu Pertumbuhan Industri Komponen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan suku cadang sepeda motor yang berada dalam proses penyelesaian di sebuah pabrik kawasan Bekasi, Jawa Barat, 4 Desember 2015. Melemahnya sektor ekonomi turut menpengaruhi industri otomotif, termasuk pabrik komponen. TEMPO/Tony Hartawan

    Tumpukan suku cadang sepeda motor yang berada dalam proses penyelesaian di sebuah pabrik kawasan Bekasi, Jawa Barat, 4 Desember 2015. Melemahnya sektor ekonomi turut menpengaruhi industri otomotif, termasuk pabrik komponen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian RI, Putu Juli Ardika, mengatakan bahwa terlalu dini industri otomotif akan redup dengan masuknya era mobil listrik. Menurut Putu, era mobil listrik justru akan membuka lebih banyak peluang bagi industri komponen, termasuk penyerapan tenaga kerja.

    "Saya rasa justru akan bertambah banyak (komponen) yang diperlukan," kata Putu dalam diskusi dengan tema Senjakala Senjakala Industri Komponen Otomotif Dalam Menghadapi Era Mobil Listrik di Indonesia di Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

    Baca: Pabrik Mobil Sokon Serap 2.000 Tenaga Kerja Lokal

    Putu menambahkan bahwa secara mendasar mobil listrik dan mobil konvensional hanya berbeda soal tenaga penggeraknya saja. "Ya beralih saja, dari mesin konvensional ke motor listrik dan baterai," ujarnya. "Komponen otomotifnya tetap diperlukan."

    Putu malah menyebut bahwa hadirnya mobil listrik akan membuka peluang tumbuhnya industri komponen otomotif Tanah Air. Hal ini didasarkan pada kemungkinan untuk pembukaan pabrik baru seperti pabrik baterai dan motor listrik.

    Hal senada diungkapkan Dewan Pengawas Perkumpulan Industri Kecil Mengenah Komponen Otomotif (PIKKO) Wan Fauzi  yang menyebutkan bahwa industri otomotif akan mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan komponen mobil listrik. "Kami (produsen komponen) pasti akan menyesuaikan," ujarnya.

    Baca: Pabrik Mobil di Indonesia Punya Kapasitas Produksi 2,25 Juta Unit

    Wan Fauzi mengaku tak sulit bagi industri komponen untuk menyiapkan komponen yang diperlukan mobil listrik. Apalagi implementasinya masih perlu waktu lama dan bertahap. "Ya biasa saja, siapkan dice, lalu cetak."

    Sementara itu, pengamat otomotif Agus Pambagyo memandang proses transformasi industri otomotif dari mobil konvensional ke mobil listrik akan berjalan secara bertahap. Hal ini akan membuat industri pendukung, terutama di sektor komponen otomotif, akan menyesuaikan perkembangan teknologi.

    "Saya rasa industri komponen tidak perlu takut. Mobil listrik kan juga perlu plafon, ban, baut, karpet mobil, dashboard, dan sebagainya. Komponen itu masih akan diproduksi industri komponen," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.