80 Persen Penjualan BMW di Indonesia Merupakan Rakitan Lokal

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan perakitan tahap akhir mobil All-New BMW X3 di PT Gaya Motor, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja melakukan perakitan tahap akhir mobil All-New BMW X3 di PT Gaya Motor, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, JakartaBMW Group Indonesia menambah investasi baru senilai Rp 20 miliar untuk modernisasi perakitan di pabrik PT Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 18 Juli 2018. Salah satu dampak investasi tersebut adalah rekrutmen tenaga kerja baru dan transfer teknologi dari para ahli BMW Group Jerman. Sehingga 80 persen dari total penjualan BMW di Indonesia merupakan rakitan lokal. 

    Banyak proses yang dilalui untuk dapat melakukan perakitan secara lokal di Indonesia, di antaranya adalah pelatihan tenaga ahli ke luar negeri. “Jadi banyak proses untuk bisa merakit kendaraan BMW, misalnya All New BMW X3 di Indonesia. Tenaga ahlinya dikirim ke Jerman, ada juga yang dikirim ke Malaysia untuk pelatihan,” kata Presiden Direktur PT Gaya Motor, Ary Mariano. 

    Baca: BMW 520i Luxury Line Rakitan Lokal Diluncurkan, Simak Harganya

    “Pelatihan di sana itu bukan hanya pelatihan mengenai proses tapi juga mengenai maintenance permesinan, kualitas, logistik, dan sistem manufaktur. Maka cukup banyak waktu yang kami gunakan untuk pelatihan di luar negeri. Dan itu tidak harus ke Jerman, terkadang juga ke Malaysia,” ujarnya.

    Untuk transfer teknologinya yang sifatnya masih baru atau bahkan yang pertama kali diterapkan di dunia akan dikirim teknisi khusus untuk memperlajarinya. "Ya, misalnya sistem pengereman terbaru, sistem fiber optik pada kelistrikan, hingga mesin terbaru harus dipelajari," katanya. 

    Baca: All New BMW X3 Hadir di Indonesia, Harga Rp 1 Miliar

    Ary menjamin tidak ada perbedaan antara kualitas mobil yang dirakit di Jerman dan di Indonesia. Ia mengklaim bahwa pabrik di Jerman maupun di Indonesia memiliki standar kualitas yang sama. "Kami terus bertukar informasi dengan pakar-pakar BMW dari Jerman untuk menhasilkan kendaraan premium yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indoenesia,” tuturnya.

    Ary juga mengklaim BMW Group Indonesia aktif melakukan penyesuaian teknologi pendukung untuk perakitan. Misalnya saja penampahan sub assembly, penambahan area produksi menjadi dua line khususnya area trimming dan overhead, hingga memperbaiki sistem pengujian kedap air. 


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.