Ini Rahasia Pemenang Instruktur Safety Riding Honda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemenang kompetisi Safety Riding Astra Honda Motor, Fendrik Alam dan Sofian Hazni yang akan mewakili dalam kompetisi di Jepang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Pemenang kompetisi Safety Riding Astra Honda Motor, Fendrik Alam dan Sofian Hazni yang akan mewakili dalam kompetisi di Jepang. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Pekanbaru - PT Astra Honda Motor menggelar Kompetisi Instruktur Safety Riding ke-12 yang melibatkan 172 peserta di Hotel Swiss Bel Pekanbaru mulai Selasa 17-19 Juli 2018. Produsen sepeda motor terbesar di Indonesia ini juga akan mengirimkan beberapa pemenang kompetisi ini untuk mengikuti kompetisi lanjutan di Jepang pada Oktober mendatang. Direktur Marketing PT AHM Shigeto Kimura mengatakan AHM telah menjalankan tradisi ini sudah selama 15 tahun.

    "Kami tidak hanya menyediakan motor saja, namun juga berkontribusi dalam memberikan kesenangan dalam berkendara salah satunya lewat safety riding. Saya percaya kemampuan yang dimiliki para instruktur dikombinasikan dengan semangat akan berdampak besar bagi masyarakat lewat safety riding," katanya dalam pidato penutupan The 12th Astra Honda Safety Riding Competition.

    Dalam kesempatan ini, AHM membagi tujuh kategori yaitu instruktur kategori matik, advisor komunitas kategori matik, instruktur kategori motorsport, advisor komunitas motorsport, instruktur kelas big bike, instruktur kategori main dealer, kategori main dealer safety riding. Beberapa pemenang sebagian adalah mereka yang pernah berkompetisi namun gagal, setelah mencoba bisa menang.

    Baca: Korlantas Polri: Rambu Kecepatan Bisa Kurangi Angka Kecelakaan

    Sofian Hazri yang berasal dari PT Indako Trading Coy mengungkapkan telah tiga kali mengalami kegagalan di kelas motorsport. "Sebetulnya ini penantian saya selama 4 tahun. Beberapa tahun lalu saya sering melakukan kesalahan sehingga gagal," ujarnya.

    Instruktur asal main dealer di Medan ini mengungkapkan kegagalannya karena tidak bisa melewati aeroplain dengan mulus. Padahal saat itu pada pengereman dan coursenya bisa melakukannya dengan baik. Tahun lalu, ia hanya meraih posisi ke-9. "Tahun ini, saya lebih banyak belajar semua apa saja kesalahan saya dan dapat hasil ini," katanya.

    Perjuangan Sofian tidak mudah karena dealer tempatnya bernaung tidak memiliki fasilitas safety riding center. "Kami memiliki banyak keterbatasan, namun saya memanfaatkan kekurangan itu menjadi hasil yang maksimal. Usaha tidak akan mengkhianati hasil," katanya yang akan berangkat dalam kompetisi di Jepang. Untuk meraih juara, ia mengungkapkan akan meningkatkan latihan dan bertukar pikiran dengan para instruktur yang pernah juara.

    Instruktur PT Mitra Pinastika Mulia Fendrik Alam Pribadi mengungkap kesuksesannya meraih juara di kelas big bike. "Rahasianya latihan keras, latihan naik motor dari pagi sampai sore di lapangan lalu nge-gym. Badan saya kecil bodi motornya segede itu jadi fisik harus mendukung," ucapnya.

    Fendrik yang pernah mengikuti kejuaraan di Jepang ini mengatakan mengendarai moge agak sulit karena lintasan sempit sedangkan motornya memiliki jarak sumbu roda yang panjang. Namun, ia mengungkapkan jika menggunakan teknik yang benar motor tetap berada di jalurnya. "Ngepres banget tapi dengan teknik yang benar bisa dapet," ujarnya.

    Tahun lalu, ia gagal meraih juara pada kelas motorsport karena motor yang digunakan tak ada di Indonesia.  "Adaptasi sih cepat, tapi tidak sebagus mereka yang pegang motornya NC125," katanya.

    Baca: Ratusan Instruktur Safety Riding Honda Bersaing Lolos ke Jepang

    Adapun Laelita Budiarti dari PT Wahana Makmur Sejati mengatakan telah dua kali mengikuti kejuaraan ini yang gagal pada tahun lalu. Ia menjalani training secara konsisten pada akhir pekan sejak Mei 2018. "Karena Senin sampai Jumat, saya bekerja sehingga latihannya setiap weekend sampai sebelum berangkat ke kompetisi," katanya.

    Laelita pun awalnya menempati posisi Data Analisa di Gunung Sahari Jakarta Pusat. Namun pihak training di main dealer memilihnya untuk mengikuti kompetisi safety riding. Ia mengungkapkan hal tersulit pada kompetisi ini adalah saat melewati jalur slalom. "Yang penting tahu rutenya dan pegangan yang kuat saja," jelasnya.

    Senior Manager Safety Riding and Motorsport AHM Anggono Iriawan mengatakan para juara yang akan maju dalam kompetisi di Jepang akan mendapat training lanjutan. "Mereka sebelum bertanding akan beradaptasi selama dua pekan di Jepang sebelum kompetisi."

    Inilah Hasil Lengkap Kompetisi Safety Riding ke-12
    Kategori Kelas Matik
    1. Laelita Budiarti
    2. Claudia Manuata
    3. Fitri Aprilia Rahmawati

    Kategori Advisor Komunitas Matik
    1. Aidila Saputri
    2. Rodatuljannah
    3. Suci Kurnia Astuti

    Kategori Motorsport
    1. Sofian Hazri
    2. Ibnu Fachrizal
    3. Resi Satrio Wibowo

    Kategori Advisor Komunitas Motorsport
    1. Adi Suhartono
    2. Ariesta Eka Adri
    3. Rezeki Gusnandi

    Kategori Big Bike
    1. Fendrik Alam Pribadi
    2. Ibnu Fachrizal
    3. Noval Yunaidi

    Kategori Grup Main Dealer
    1. PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya
    2. PT Mitra Pinasthika Mulia Malang
    3. PT Wahana Makmur Sejati

    Kategori Main Dealer Safety Riding Center
    1. PT Wahana Makmur Sejati
    2. PT Mitra Pinasthika Mulia Surabaya
    3. Astra Motor Yogyakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.