BPPT Siapkan Charging Station Mobil Listrik di Mall Oktober 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mobil listrik. (dok TMMIN)

    Ilustrasi mobil listrik. (dok TMMIN)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyiapkan charging station baterai mobil listrik dengan daya 52 kw pada Oktober 2018. Stasiun pengisian listrik ini memiliki daya 52 kw ini diklaim mampu mengisi baterai sebesar 120 kw pada mobil listrik sekitar 20 menit.

    “Nanti kita akan pasang bulan Oktober untuk charging station 52 kw. Kalau 52 kw mobil sebesar Tesla itu bisa charging kurang dari 20 menit,” kata Deputi Kepala BPPT, Eniya Listiani Dewi  di kantor BPPT kepada media pada Selasa, 31 Juli 2018.

    Baca: Industri Komponen Minta Kepastian Pasokan Kebutuhan Mobil Listrik

    Ada juga suplai charging sebesar 32 kw, yang memakan waktu sekitar 2 jam. Tergantung tempat charging yang punya kemampuan quick charging atau tidak.

    “Saat ini kami lebih konsen kepada smart energy management system. Nantinya mobil itu untuk ke depannya bisa berkomunikasi dengan kita, butuh charging berapa lama dan jam berapa. Itu tahap awalnya,” kata Eniya. “Kami memasifkan charging ini dengan mitra-mitra, kita meminta para mitra ini untuk membantu supaya proses pembuatannya lebih cepat,” jelas dia.

    Baca: 19 Mobil BMW dan 7 MINI Ramaikan GIIAS 2018

    BPPT memiliki konsep memasang charging station di mall sehingga pengguna bisa mengisi daya mobil sambil berbelanja. "Jadi bisa sekalian charging saat parkir di mall dan tidak perlu menunggu,” ungkap Eniya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.