Harley Davidson Streetfighter Dirancang Desainer India: Kekar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harley Davidson Streetfighter. Sumber: auto.ndtv.com

    Harley Davidson Streetfighter. Sumber: auto.ndtv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Harley Davidson Streetfighter menjadi salah satu dari tiga model baru yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh pabrikan sepeda motor Amerika. Motor ini dirancang oleh Desainer Senior Harley Davidson, Chetaan Shedjale dari India.

    Shedjale adalah orang di belakang desain baru dengan tampilan streetfighter yang kekar. Didukung oleh mesin 975 cc v-twin yang serba baru, Harley Davidson mengumumkan rencana ambisius untuk tahun 2020.

    Baca: GIIAS: Harley Davidson Pamerkan 10 Motor, Tawarkan Bunga 0 Persen

    Tiga model baru itu Pan America adventure tourer, the Streetfighter, dan Custom bobber. Secara tampilan, ketiga model ini berbeda dari model Harley Davidson biasanya. Streetfighter adalah salah satu model baru yang paling mencolok perbedaanya.

    Shedjale juga bertanggung jawab untuk mendesain Harley Davidson Street Rod, iterasi sporty dari Harley Davidson Street 750. Baik Street 750 dan Street Rod dibuat di India, dan motor itu ditujukan untuk kaum muda.

    Baca: Gaharnya Harley Davidson Heritage Classic 114 Seharga Rp 1 Miliar

    Desainer dari Maharashtra bertanggung jawab untuk desain yang radikal, sporty dan maskulin sebagai Streetfighter. Shedjale telah bekerja dengan Harley Davidson sejak 2010 di kantor pusat Milwaukee.

    Harley Davidson Streetfighter akan diluncurkan di India sebagai model 2020. Setelah diluncurkan, Streetfighter akan bersaing dengan Kawasaki Z900, Triumph Street Triple S, dan Ducati Monster 821. Dibanderol pada kisaran Rs 9-10 lakh atau setara Rp 189,5-210,5 juta.

    CAR AND BIKE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.