Minggu, 22 September 2019

GIIAS 2018: Jokowi Sebut Ada Tiga Tantangan Industri Otomotif

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian panjang sebelum pembukaan pameran otomotif GIIAS 2018 yang dijadwalkan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. TEMPO/Wisnu Andebar

    Antrian panjang sebelum pembukaan pameran otomotif GIIAS 2018 yang dijadwalkan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Tangerang - Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show atau GIIAS 2018 resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada hari ini Kamis, 2 Agustus 2018. Dalam sambutannya Jokowi menyebutkan ada tiga tantangan Industri otomotif global.

    Pertama adalah semakin meluasnya fenomena mobil listrik, “Ini fenomena yang dimulai dari mobil listrik Tesla. Dulu Tesla masih merupakan barang langka barang yang eksotis, tapi sekarang makin banyak negara mengadopsi mobil listrik,” kata Jokowi dalam sambutan pembukaan GIIAS 2018.

    Baca: GIIAS 2018: Isuzu Pamerkan Truk Ringan Bermesin Commonrail

    Menurut Jokowi, tren diseluruh negara semakin jelas dan semakin beralih ke mobil listrik. “Ini kita harus berhati-hati untuk menyiapkannya. Pemerintah Prancis dan Inggris dua-duanya sudah mengumumkan pada tahun lalu bahwa mulai tahun 2020 mobil yang non listrik akan dilarang untuk dijual di kedua negara ini,” kata Jokowi

    “Pemerintah Tiongkok juga sudah mengumumkan akan menjadi terdepan di dunia dalam mengembangkan Industri mobil listrik. Dan sekarang juga menjadi pasar terbesar di dunia untuk kendaraan listrik,” tambah dia.

    Kedua adalah kendaraan otonom, “Yaitu kendaraan yang bisa mengendarai dirinya sendiri. Dan aplikasi transportasi online seperti Gojek dan Grab. Dengan kendaraan otonom kita harus meredefinisi apa itu mobil,” ujar Jokowi.

    “Kemudian ada kendaraan otonom dari start up di Los Angles yang berfungsi sebagai shuttle untuk penumpang yang beroperasi hanya di dalam kampus. Di dalam zona yang terbatas, dan menjalankan rutenya yang tetap,” lanjut dia.

    Ketiga adalah resiko jangka pendek, “Harus kita pelajari siklus otomotif yang mungkin sudah memuncak terutama di pasar-pasar besar. Industri otomotif itu ada siklusnya yang sangat peka terhadap siklus ekonomi yang ada” jelas Jokowi.

    Baca: 40 Mobil Baru Siap Diperkenalkan di GIIAS 2018

    Ia menjelaskan bahwa Indonesia harus siap menghadapi kondisi ini kalau siklus otomotif dunia mengalami penurunan tahun-tahun mendatang . Tapi kita juga masih optimis kalau pasar kita adalah pasar besar. Memang selalu saya sampaikan industri otomotif harus terus didorong pasar ekspor

    “Apalagi industri otomoti fdalam ekonomi yang besar sekali.  Posisi sektor nomor dua terbesar dalam industri pengolahan dan lima terbesar dalam sektor industri,” tutup Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe