Suzuki Ertiga dan Ignis Sport Dirilis Gaet Generasi Milenial

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Ignis Sport dirilis di GIIAS 2018 untuk mendekatkan dengan generasi milenial. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Suzuki Ignis Sport dirilis di GIIAS 2018 untuk mendekatkan dengan generasi milenial. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Suzuki Indomobil Sales meluncurkan konsep Suzuki Sport sebagai bagian dari varian Suzuki Ertiga, Suzuki Ignis dan Suzuki Baleno di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu cara Suzuki mendekatkan dengan generasi milenial yang menggandrugi mobil bernuansa sporty. Meski bernuansa sport, namun mobil Suzuki tetap memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengemudinya.

    "Kami sebagai produsen mobil sangat ingin mendekatkan produk dengan konsumen, apalagi saat ini demografi penduduk ada pada generasi milenial. Kami akan mempersonalisasi generasi milenial dengan tampilan sporty lewat aksesoris dan apparel," kata Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra, Kamis 2 Agustus 2018.

    Baca: Muncul di GIIAS 2018, Suzuki Jimny Bakal Diproduksi di Indonesia?

    Suzuki Sport sendiri berawal dari kehadiran tim balap Suzuki sejak tahun 1986. Menampilkan kendaraan bernuansa sporty nan gesit, Suzuki Sport dikembangkan dalam bentuk Swift Super 1600 yang diikutsertakan dalam ajang Junior World Rally Championship di tahun 2005-2010. SeteIah itu, SX-4 WRC keluaran Suzuki Sportjuga menjajal World Rally Championship pada tahun 2007-2008.

    Selama GIIAS 2018 berlangsung, Suzuki menginterpretasikan nuansa sporty tersebut dengan menghadirkan sederet kendaraan yang memiliki tampilan ekspresif, penuh gaya, serta mencerminkan kebebasan yang menghadirkan gaya eksklusif sesuai dengan kepribadian pemiliknya saat berada di jalanan. Selain itu, dari segi brand, Suzuki Sport akan terus dikembangkan baik dalam bentuk varian mobil special edition, accessories part, maupun apparel.

    Di antara deretan mobil-mobil yang ditampilkan tersebut, terdapat tiga kendaraan konsep edisi khusus dari Suzuki, yaitu Ertiga Suzuki Sport, Ignis Suzuki Sport, dan Baleno Suzuki Sport. Ketiganya merupakan jajaran generasi awal mobil Suzuki yang menerapkan konsep sporty. Untuk All New Ertiga yang baru diluncurkan pada April 2018 lalu, ada empat varian Suzuki Sport yang memperkuat tampilannya agar lebih ekspresif namun tetap dapat mengakomodasi kegiatan sehari-hari pemiliknya, seperti Rear Upper Spoiler dan Rear Bumper Scuff Plate khusus untuk bagian belakang serta Door Visor dan Door Sill Guard untuk mempertegas nuansa eIleusivitasnya.

    Khusus untuk Ignis Suzuki Sport, Suzuki menyiapkan tiga varian khusus untuk memaksimalkan tampilannya. Untuk bagian eksterior, konsep Suzuki Sport dalam Ignis akan dilengkapi dengan aksesori Body Kit yang akan memperkuat tampilan sporty baik dari sisi depan, samping, maupun belakang. Selain itu, ada Rear Upper Spoiler untuk membuat tampilan Ignis Suzuki Sport lebih menarik, dan Daytime Running Light (DRL) yang bukan hanya memperkuat kesan sporty saja tapi juga meningkatkan sisi keamanan pengemudi baik siang ataupun malam hari.

    Baca: Suzuki Vitara 2018 Terungkap di Australia: Tampil Lebih Elegan

    Di GIIAS tahun ini, untuk mendukung peluncuran Suzuki Sport, Suzuki menghadirkan booth yang gagah dan energik dengan tema ”Urban Sporty Gear” di Hall 8B. Beragam lini Suzuki Sport hadir untuk memperkuat kesan sporty seperti All New Ertiga Suzuki Sport dan Ignis Suzuki Sport. ”Ke depannya Suzuki Sport akan terus dikembangkan dalam produk produk Suzuki lainnya. Sehingga diharapkan mampu menunjang kebutuhan dan gaya hidup konsumen kami,” tutur Presiden Direktur PT SIS Seiji Itayama.

    Menurut Itayama, aksesoris saat ini bisa didapatkan di dealer Suzuki. Ke depan, aksesoris dan apparel akan dijual lewat online. "Saat ini sedang disiapkan mungkin tiga bulan lagi bisa didapatkan lewat situs kami," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.