Garangnya Mobil Balap Toyota Team Indonesia di GIIAS 2018

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota 86 Toyota Team Indonesia di pameran GIIAS. 4 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota 86 Toyota Team Indonesia di pameran GIIAS. 4 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Tangerang - Toyota Team Indonesia (TTI) memamerkan empat mobil balapnya di booth Toyota. Empat mobil berwarna putih merah yakni Toyota Agya, Toyota Yaris, Toyota 86 dan Toyota Fortuner.

    Dimas Aska, Head of Media Relation PT. Toyota Astra Motor mengatakan pihaknya memamerkan mobil balap Toyota untuk memperlihatkan kepada masyarakat.

    Baca: Inilah Harga yang Diharapkan Para Penggemar Suzuki Jimny

    "Mobil Yaris ini dipakai di balap ISSOM di Sentul, kalau Toyota Fortuner akan dipakai di ajang speed offroad, sedangkan Toyota 86 untuk seri Drifting dan Toyota Agya untuk Slalom," ujarnya saat ditemui di booth Toyota, Sabtu, 4 Agustus 2018.

    Toyota Yaris milik Toyota Team Indonesia di GIIAS 2018. 4 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menurut Dimas, pemilihan pembalap di Toyota Team Indonesia sangatlah ketat, pembalap dilatih di Jepang untuk mengikuti banyak kejuaraan- kejuaraan yang ada.

    Interior Toyota Auris hatchback yang diduga mirip dengan model touring 2019. Sumber:carscoops.com

    "Bahkan ada pembalap yang mengikuti balap ketahanan 24 jam, khusus untuk pembalap speed offroad ini pembalapnya dari jepang yakni Takuma Aoki, dia mantan pembalap moto gp yang sudah pensiun," ujarnya.

    Deretan mobil balap Toyota TRD di GIIAS 2018. 4 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Aoki sendiri termasuk pembalap difabel dan mobil Toyota Fortuner yang di gunakan dan di pajang di GIIAS ini ada sedikit ubahan dibagian pedal gas.

    Baca: GIIAS 2018: Subronto Sebut Suzuki Jimny Jadi Mobil Pertama Jokowi

    "Mobil Toyota Fortuner ini masih dalam tahap pengembangan jadi pengunjung hanya melihat tidak bisa duduk di dalam mobil, untuk dashboard dan mesin masih dalam kondisi standart," katanya.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.