Senin, 17 Desember 2018

Pengusaha Food Truck di GIIAS 2018 Raup Omset Rp 20 Juta/Hari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Henta Suryana Saputra Dewa Kasir bersama Luvi Coffee Food Truck yang mulai membuka kedainya pukul 10.00 di GIIAS 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Henta Suryana Saputra Dewa Kasir bersama Luvi Coffee Food Truck yang mulai membuka kedainya pukul 10.00 di GIIAS 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang- Puluhan food truck berjejer di halaman Gedung ICE BSD City selama pelaksanaan GIIAS 2018. Food truck ini menjajakan mulai dari kopi hingga makanan berat yang memanjakan para pengunjungnya setelah berkeliling dan kecapekan melihat pameran.

    Henta Suryana Saputra Dewa Kasir dari Luvi Coffee Food Truck mematok harga yang terjangkau Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. "Satu hari omsetnya bisa Rp 50 juta biasanya di hari libur banyak pembelinya, kalau untuk hari biasa bisa dari Rp 18 sampai Rp 20 juta," ujar Henta Suryana Saputra Dewa Kasir dari Luvi Coffee Food Truck, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Baca: Wahana Bermain untuk Anak di GIIAS 2018 Lengkap dan Gratis

    Menurut Dewa, banyak masyarakat yang berkunjung ke GIIAS dan memesan kopi yang dijualnya, pasalnya kopi yang di jual berasal dari seluruh wilayah Indonesia. "Kita juga emang biasa di gedung ICE karena sudah kerja sama, kalau ada acara biasanya di undang juga, outlet Luvi Coffee ini baru ada di Bali," katanya.

    Menurut Dewa, ia tidak tahu menahu soal pembelian barang yang akan di sesiakan, ia hanya berjualan dan apabila barang habis ia akan pesan ke bagian purchasing. "Kita jual black coffee, banyak kopi asal Indonesia yang dijual," katanya.

    Sementara, Ari Saprudin Supervisor Pojok Nasi Goang Food Truck mengatakan, adanya pameran dengan waktu lama, mobil food truck akan ditinggal dan crew yang bertugas akan restock barang untuk keesokan harinya.

    "Kalau omset bisa sampai Rp 22 juta di weekend tapi tergantung pengunjungnya juga, biasanya di akhir pekan pengunjungnya bisa banyak," katanya.

    Sejumlah konsumen membeli makanan di Pojok Nasi Goang Food Truck di GIIAS 2018. TEMPO/Muhammad Kurnianto

    Untuk media promosi yang di gunakan, kata Ari, pihaknya menggunakan sosial media Instagram. Nasi Goang ini menjual makanan khas Sunda seperti nasi tutug oncom dan nasi goank menak sunda. Di kedai tersebut, Ari mematok harga Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu.

    Baca: Berkunjung ke GIIAS 2018 saat Weekday, Banyak Keuntungannya

    Jenis Food Truck lainnya yakni Western Hotdog sudah sering mengikuti even- even yang ada di Jakarta maupun Bandung. "Promo paling kita tawarkan menu, lalu dengan media sosial di Instagram. Harga mulai Rp 35 ribu hingga Rp 65 ribu. Food truck ini biasa mangkal di even kalau outletnya ada di Bandung," ujar Anwar, Karyawan Western Hotdog Food Truck.

    Menurut Anwar food truck ini ada komunitasnya, untuk di Jakarta ada Komunitas Food Truck Jakarta sedangkan untuk di Bandung Ada Bandung Food Truck."Setiap even pasti dikasih tau di komunitas itu, jadi tidak bakal terlewat kalo ada even. Untuk omsetnya bisa sampai Rp 30 juta di weeked dan Rp 10-12 juta di weekdays," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".