Test Drive DFSK Glory Cukup Diminati, Peserta Tembus 465 Orang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DFSK Glory 580 di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    DFSK Glory 580 di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil SUV DFSK Glory 580 cukup banyak diminati untuk dijadikan test drive oleh pengunjung setidaknya hingga Rabu 8 Agustus 2018. Tercatat hingga hari ketujuh perhelatan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) itu, peserta yang ikut menjajal Glory 580 pada program test drive sebanyak 465 orang.

    Baca: Test Drive DFSK Glory 580: Fitur Lengkap di SUV Murah

    “Glory 580 1.5T Luxury CVT menjadi yang favorit pada test drive di GIIAS 2018 kali ini, begitu pula dengan yang melakukan SPK. Konsumen banyak yang tertarik dengan tipe tertinggi Glory 580 ini yang dibanderol dengan harga Rp308 juta” kata PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile Arviane Dahniarny, dalam keterangan resminya, Kamis 9 Agustus 2018.

    Salah seorang peserta test drive, Erick, 30 tahun, bahkan langsung melakukan SPK. Pegawai swasta itu menjelaskan alasannya untuk membeli Glory 580. “Selain karena domisili saya dekat dengan showroom DFSK, saya percaya DFSK bisa memberikan servis yang terbaik,” kata dia yang berdomisili di Jakarta.

    Baca: DFSK Targetkan Ekspor 12.000 Unit ke Thailand dan Vietnam

    Arviane melanjutkan adanya program menarik yang ditawarkan kepada customer membuat mereka percaya terhadap brand DFSK. “Kami percaya, dengan program 7 years atau 150.000 kilometer warranty milik DFSK, ini bisa membuat customer lebih percaya terhadap kesinambungan produk dan juga brand DFSK di Indonesia," katanya.

    Selain itu, tidak hanya memberikan produk unggul berkualitas, namun DFKS juga dinilai akan memberikan kualitas pelayanan after service yang sangat baik.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.