Daihatsu Klaim Penjualan di GIIAS 2018 Sama dengan 2017

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Daihatsu Terios dalam media test drive di Padang, Sumatera Barat, 11-12 Januari 2018. TEMPO/Naufal Shafly

    All New Daihatsu Terios dalam media test drive di Padang, Sumatera Barat, 11-12 Januari 2018. TEMPO/Naufal Shafly

    TEMPO.CO, Tangerang- Penjualan unit Daihatsu di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2018 terbilang cukup baik dan apabila dibandingkan dengan tahun lalu terbilang sama.

    "Karena memang kita belum mengeluarkan model-model yang baru jadi kita cukup bertahan saja, tapi nanti angka persisnya kita kasih tahu secepatnya setelah pameran GIIAS ini," ujar Indra Setiawan, Public Relations Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor, Sabtu, 11 Agustus 2018.

    Baca: Begini Strategi Daihatsu Menghadapi Pesaing Mitsubishi Xpander

    Menurut Indra, pengunjung GIIAS tahun ini terlihat crowd-nya memang lebih menurun dibandingkan tahun lalu, tetapi secara penjualan tahun ini stabil. "Kami mengharapkan di tahun politik ini, pengeluarannya akan lebih banyak, dan itu berdampak juga kepada ekonomi terutama penjualan mobil, mestinya ada peningkatan," katanya.

    Sementara Hendrayadi Lastiyoso, Head Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor mengatakan, sampai hari kemarin, Jumat 10 Agustus, jumlah penjualan terbanyak untuk tipe mobil Daihatsu Terios.

    Baca: Sambut Asian Games, Daihatsu Produksi 54 Mobil Special Edition

    "Kalau sampai dengan hari kemarin jumlah SPK nya 475 unit, yang terbanyak Daihatsu Terios sekitar 40 persenya, kemudian yang kedua Daihatsu Sigra 18 persen dan posisi ketiganya Daihatsu Ayla 13 persen," katanya.

    Hendra juga mengatakan, sampai dengan Jumat 10 Agustus, Daihatsu Special Edition sudah setengahnya terjual dari 54 unit yg disediakan. "Kemungkinan akan habis dipesan sampai dengan akhir pameran nanti," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.